Breaking News
light_mode

Dari Gabah Basah Menuju Beras Bernilai, Bed Dryer Hidupkan Hilirisasi Desa di Pringsewu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

PERISAILAMPUNG.COM — DARI hamparan sawah di Pekon Sumber Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong langkah baru agar hasil panen petani tidak berhenti sebagai gabah, tetapi tumbuh menjadi sumber nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat desa.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan bantuan mesin bed dryer yang diberikan kepada kelompok tani di Pekon Sumber Agung dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat proses pengeringan gabah, menjaga kualitas hasil panen, sekaligus meningkatkan nilai jualnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat berdialog dengan petani di Pekon Sumber Agung, Jumat (14/8/2026). “Sekarang karena sudah untung kita mau tambah lagi untungnya. Kita buat pengering,” ujar Gubernur Mirza.

Mesin bed dryer tersebut dikelola Kelompok Tani Sumber Tani 8 dan terintegrasi dengan pengelolaan pabrik terpadu di Pekon Sumber Agung. Alat tersebut memiliki kapasitas sekitar 20 ton gabah dalam satu kali proses pengeringan.

Ketua Kelompok Tani Sumber Tani 8, Andi Lala, mengatakan sebelum adanya bed dryer, petani masih mengandalkan lantai jemur maupun terpal. Keterbatasan tempat membuat proses pengeringan berlangsung cukup lama dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Untuk hasil panen dari lahan sekitar seperempat hektare, misalnya, pengeringan secara manual dapat membutuhkan waktu tiga hingga empat hari ketika cuaca cerah. Saat hujan, proses tersebut bahkan dapat berlangsung hingga satu pekan.

Kondisi itu berisiko menurunkan kualitas gabah karena hasil panen tidak segera mendapatkan panas matahari yang cukup. “Untuk pengering gabah dalam jumlah kapasitas 20 ton itu kurang lebih 15 hari. Jadi sangat kurang produktif dan kualitasnya pun kurang bagus,” kata Andi.

Dengan keberadaan bed dryer, waktu pengeringan dapat dipangkas secara signifikan. Untuk kapasitas hingga 20 ton, proses pengeringan diperkirakan hanya membutuhkan sekitar 10–12 jam. Waktu pengeringan yang lebih singkat membuat petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca. Kualitas gabah juga lebih terjaga sehingga peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas semakin terbuka.

Bagi petani, gabah kering juga memberikan ruang yang lebih besar untuk mengatur waktu penjualan. Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan bahwa gabah yang telah dikeringkan dapat disimpan hingga sekitar satu tahun. Artinya, petani tidak harus menjual hasil panen sesaat setelah panen ketika harga sedang kurang menguntungkan.

Gubernur Mirza menilai pengeringan gabah di tingkat desa juga memberikan efisiensi dari sisi transportasi. Gabah dengan kadar air tinggi membuat petani harus mengangkut beban yang sebagian sebenarnya merupakan air. “Yang tadinya harus bawa mobil 10 ton atau 20 ton, karena tidak perlu bawa air, jadi cuma bawa 5 ton atau 7 ton. Jadi mobil yang lewat desa lebih ringan dan lebih jarang,” ungkapnya.

Menurut Gubernur, efisiensi tersebut bukan hanya mengurangi biaya angkutan bagi petani, tetapi juga berpotensi mengurangi beban kendaraan yang melintas di jalan-jalan desa.

Lebih jauh, pemanfaatan bed dryer diarahkan sebagai pintu masuk hilirisasi pertanian di tingkat desa. Setelah dikeringkan, gabah tidak harus langsung dijual, tetapi dapat diproses menjadi beras. Produk sampingnya seperti bekatul dan sekam juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. “Selain itu bisa langsung dilakukan hilirisasi. Yang tadinya cuma jual gabah karena sudah kering bisa dijadikan beras, dapat katul, dapat sekam,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menyebut pengembangan tersebut menjadi bagian dari program Desaku Maju, yang mendorong penguatan agroindustri dan peningkatan nilai tambah hasil pertanian dari tingkat desa. Pengelola pabrik terpadu, Wargito, menjelaskan bahwa proses pengeringan dan pengolahan akan dibuat dalam satu rangkaian. Setelah gabah dikeringkan oleh kelompok tani, hasilnya dapat langsung diproses lebih lanjut menjadi beras.

Dengan pola tersebut, nilai tambah dari hasil pertanian diharapkan tetap berada di desa dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada petani maupun masyarakat sekitar. Saat berdialog dengan Gubernur, petani menyebut harga gabah kering giling saat ini berada di kisaran Rp9.000 per kilogram. Gubernur Mirza mendorong agar peningkatan kualitas, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran dapat semakin memperbesar nilai ekonomi yang diterima petani.

Karena itu, Gubernur meminta pengelolaan bed dryer tidak berhenti sebatas penyediaan mesin. Alat tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan dikembangkan menjadi layanan pengeringan bagi petani di sekitar Sumber Agung. Dengan demikian, petani yang sebelumnya terpaksa menjual gabah dalam kondisi basah memiliki pilihan untuk mengeringkan dan menyimpan hasil panen terlebih dahulu sebelum menentukan waktu penjualan.

Gubernur juga mendorong desa menyiapkan gudang atau lumbung pangan sebagai bagian dari penguatan rantai produksi. Gabah dapat dikeringkan, disimpan, diolah, kemudian dipasarkan secara lebih terencana. Rangkaian tersebut sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan generasi muda di desa, mulai dari jasa pengeringan, penggilingan, pengemasan, penyimpanan hingga pemasaran beras.

Bagi Gubernur Mirza, bantuan alat pertanian tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya mempercepat produksi. Lebih dari itu, bantuan tersebut harus mampu membuka jalan bagi petani untuk mendapatkan nilai tambah dari setiap tahapan hasil panen. Dari sawah, gabah dikeringkan. Dari gabah, lahir beras. Dari proses pengolahan, muncul bekatul dan sekam. Semuanya diharapkan menjadi bagian dari rantai ekonomi yang terus berputar di desa.

Melalui pemanfaatan bed dryer berkapasitas 20 ton tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap petani Sumber Agung semakin mampu menjaga kualitas hasil panen, mengurangi ketergantungan terhadap cuaca, memperluas akses pasar, dan meningkatkan pendapatan.

Pada akhirnya, hilirisasi bukan sekadar mengubah gabah menjadi beras. Ia adalah upaya agar semakin banyak nilai dari hasil bumi Lampung tetap tinggal di desa, tumbuh bersama masyarakat, dan kembali menjadi kesejahteraan bagi para petani. (Rls)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTPN I Regional 7 Tanam 1.300 Pohon Buah di Pesawaran, Wujudkan Komitmen Pelestarian Lingkungan

    PTPN I Regional 7 Tanam 1.300 Pohon Buah di Pesawaran, Wujudkan Komitmen Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM – PT PERKEBUNAN Nusantara I (Persero) Regional 7 menanam sebanyak 1.300 bibit pohon buah di seluruh unit kebun sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kebun Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Jumat (19/6/2026), tersebut juga menjadi langkah awal menuju target penanaman 30.000 pohon sepanjang tahun 2026. […]

  • Pimpin Rakor, Bupati Ardito Dorong Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Reforma Agraria

    Pimpin Rakor, Bupati Ardito Dorong Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Reforma Agraria

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    LAMPUNG TENGAH (PERISAILMPUNG.COM) — BUPATI Lampung Tengah, Ardito Wijaya, memimpin rapat koordinasi terkait pelaksanaan Reforma Agraria di daerah setempat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (1/10/2025).Rakor ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Pertanahan Lampung Tengah, Nurwanda, Sekretaris Daerah Lampung Tengah, Welly Adi Wantra, para asisten, staf […]

  • Satelit Lampung-1 Siap Mengorbit, Percepat Pembangunan Berbasis Data

    Satelit Lampung-1 Siap Mengorbit, Percepat Pembangunan Berbasis Data

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM — PROVINSI Lampung memasuki babak baru dalam pemanfaatan teknologi antariksa. Pada 5 Agustus 2026, satelit Lampung-1 dijadwalkan diluncurkan dari lepas pantai Shandong, Tiongkok, sebagai bagian dari misi peluncuran OSE Hyperspectral Twin Satellites yang dikembangkan oleh perusahaan antariksa STAR.VISION Aerospace. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam pemanfaatan teknologi satelit untuk mendukung pembangunan daerah berbasis data. […]

  • Pelindo Regional 2 Panjang Resmikan QCC 004, Tingkatkan Efisiensi Bongkar Muat Peti Kemas

    Pelindo Regional 2 Panjang Resmikan QCC 004, Tingkatkan Efisiensi Bongkar Muat Peti Kemas

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM – PT PELABUHAN Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang bersama PT IPC Terminal Petikemas resmi mengoperasikan Quay Container Crane (QCC) 004 di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Regional 2 Panjang, Kamis (2/7/2026). Pengoperasian alat baru tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan bongkar muat peti kemas sekaligus memperkuat infrastruktur kepelabuhanan di Provinsi Lampung. Peresmian QCC 004 […]

  • Novotel Lampung Hadirkan Promo “End Year Sale Wedding Dream”

    Novotel Lampung Hadirkan Promo “End Year Sale Wedding Dream”

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG (PERISAILAMPUNG.COM) – MENUTUP akhir tahun 2025, Novotel Lampung menghadirkan promo spesial bertajuk “End Year Sale Wedding Dream”, sebuah penawaran istimewa bagi pasangan yang tengah merencanakan pesta pernikahan impian mereka. Dengan harga paket mulai dari Rp268 juta, calon pengantin bisa menikmati rangkaian fasilitas berkelas yang disiapkan khusus untuk mewujudkan momen tak terlupakan. Penawaran ini […]

  • DPRD Lampung Terima Aspirasi PMII, Siap Tindak Lanjuti

    DPRD Lampung Terima Aspirasi PMII, Siap Tindak Lanjuti

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM PEMERINTAH Provinsi Lampung bersama DPRD Provinsi Lampung menerima aspirasi yang disampaikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Lampung dalam aksi penyampaian pendapat di halaman Kantor Gubernur Lampung, Senin (29/6/2026). Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, serta jajaran pimpinan dan anggota […]

expand_less