Warga Perum Polri Blok C RT 003 Kurban 6 Sapi dan 1 Kambing, Syiar Kurban Terus Meningkat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua RT menyerahkan hewan kurban
PERISAILAMPUNG.COM — WARGA Perum Polri Blok C, RT 003 RW 001, Dusun 5, Desa Haji Mena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menggelar penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Pada tahun ini, jumlah hewan kurban yang disembelih mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua RT 003 RW 001 Dusun 5 Perum Polri Blok C, Zailani AP SE, mengatakan pada Idul Adha tahun ini warga menyembelih sebanyak enam ekor sapi dan satu ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi dan gotong royong warga di lingkungan setempat.
“Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan. Semua hewan kurban murni dari kebersamaan warga Perum Polri Blok C,” kata Zailani, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, pada Idul Adha tahun lalu jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun sebanyak empat ekor sapi. Dengan capaian enam ekor sapi tahun ini, terjadi peningkatan dua ekor sapi dari partisipasi warga.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bukti tumbuhnya semangat berkurban, kesadaran beragama, sekaligus meningkatnya kondisi perekonomian masyarakat di lingkungan perumahan tersebut.

Ketua RT saat memberikan keterangan
Zailani juga menceritakan, kegiatan kurban di Perum Polri Blok C dimulai dari skala kecil. Pada awalnya, warga hanya mampu menyembelih satu ekor kambing yang dipelopori oleh Eko Raharjo, dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila).
“Dari satu ekor kambing itu kemudian semangat warga terus tumbuh. Setiap tahun jumlah peserta kurban bertambah sampai sekarang bisa menyembelih beberapa ekor sapi secara mandiri,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kurban, panitia menerapkan sistem iuran yang fleksibel sesuai kesepakatan warga dan kemampuan masing-masing peserta kurban. Sekitar dua bulan sebelum Idul Adha, pengurus RT mulai melakukan pendataan dan mengimbau warga untuk berpartisipasi.
Setelah jumlah peserta terkumpul, warga mulai mencicil dana kurban dengan nominal setoran antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Tahun ini, nilai kurban yang disepakati sebesar Rp3.220.000 per orang, sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp3.300.000 per orang.
Dalam pendistribusian daging kurban, panitia menyiapkan sebanyak 475 kupon yang dibagikan kepada warga, pondok pesantren, anak yatim piatu, serta panitia pelaksana.
Untuk menjaga kualitas daging dan mempercepat proses penyembelihan, panitia juga melibatkan jasa jagal profesional. Selain menerima upah, para jagal turut mendapatkan bagian daging kurban.
Zailani berharap momentum Idul Adha dapat terus mempererat persatuan dan kebersamaan warga yang telah terjalin sejak tahun 1996.
“Kami ingin menjaga kebersamaan warga tanpa membedakan suku, agama, maupun profesi. Semangat guyub ini harus terus dipertahankan,” ucapnya.
Ia juga mengaku selalu melibatkan Karang Taruna dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan sebagai bentuk kaderisasi generasi muda di lingkungan setempat.
Sementara itu, pembina Karang Taruna setempat, Angger, mengatakan pihaknya aktif terlibat dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini. Bahkan sebelum hari penyembelihan, anggota Karang Taruna telah mengikuti pelatihan asah bilah sebagai bagian dari persiapan kurban.
“Jadi sebelum Idul Adha kami mengikuti pelatihan asah bilah. Ilmu yang didapat langsung kami praktikkan saat penyembelihan hewan kurban tahun ini,” kata Angger. (Red)
- Penulis: Redaksi




