Dukung Program Desaku Maju, Bank Lampung Salurkan Kredit Alsintan Lebih dari Rp1 Miliar di Mesuji
- account_circle Redaksi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – BANK Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha dan sektor pertanian. Dalam rangka mendukung Program Prioritas Pemerintah Provinsi Lampung “Desaku Maju”, Bank Lampung menyalurkan kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan) senilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Mesuji, Rabu (24/6/2026).
Melalui Sub Branch Unit Simpang Pematang, Bank Lampung menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp512 juta, sementara Sub Branch Unit Rawajitu Selatan menyalurkan kredit sebesar Rp562 juta.
Penyaluran kredit tersebut diserahkan secara simbolis dalam rangkaian kunjungan kerja Program Desaku Maju yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami juga melakukan pelepasan sebanyak 33.000 bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur.
Program restocking ikan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Lampung menyalurkan bantuan sebanyak 20.000 bibit ikan yang terdiri dari 5.000 ekor benih nila, 13.000 ekor benih ikan mas, 1.000 ekor benih baung, dan 1.000 ekor benih bawal. Sementara Pemerintah Kabupaten Mesuji turut berkontribusi dengan melepas 13.000 bibit ikan yang terdiri dari 10.000 ekor benih lele dan 3.000 ekor benih nila.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa kegiatan restocking tersebut bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai penyangga ketahanan pangan lokal serta meningkatkan produktivitas sektor perikanan darat.
Selain itu, pada sektor hilir pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung juga meluncurkan teknologi bed dryer yang akan diterapkan di 500 desa. Teknologi tersebut diharapkan menjadi solusi atas persoalan rendahnya harga gabah akibat proses pengeringan tradisional yang membutuhkan waktu lebih lama.
Penguatan sektor agribisnis juga dilakukan melalui dukungan permodalan dari Bank Lampung lewat skema Kredit Usaha Alsintan yang ditujukan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami meninjau proses pembuatan pupuk hayati cair serta menyaksikan simulasi penyemprotan lahan persawahan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur.
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menegaskan bahwa Bank Lampung berkomitmen penuh dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor produktif di Provinsi Lampung melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan usaha.
“Penyaluran kredit hari ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Lampung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha. Kami berharap dukungan permodalan ini dapat membantu mereka memperluas dan mengembangkan usahanya di masa mendatang,” ujar Indra Merviana. (*)
- Penulis: Redaksi





