Percepat Akses Wisata Pesisir Lampung, Bandar Lampung–Kiluan Kini Hanya 2,5 Jam
- account_circle Redaksi
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG — GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal terus mendorong pengembangan ekonomi berbasis pariwisata melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah pesisir Provinsi Lampung.
Hasil pembangunan mulai dirasakan masyarakat. Waktu tempuh dari Bandar Lampung menuju Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu yang sebelumnya mencapai sekitar empat jam, kini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.
Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan melalui percepatan pembangunan jalan di jalur pesisir selatan. Salah satunya melalui pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata pesisir Kabupaten Pesawaran.
Selama ini, ruas jalan tersebut dikenal sebagai titik kemacetan saat musim liburan. Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter dan volume kendaraan mencapai 7.500 kendaraan saat akhir pekan, kemacetan panjang kerap terjadi dan menghambat mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar guna meningkatkan kapasitas jalan menjadi 14 meter lengkap dengan rigid pavement, drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan.
Gubernur Mirza mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar perbaikan jalan, tetapi bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata.
“Potensi pariwisata di Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan sangat besar. Karena itu akses jalannya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Selain itu, dari Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, Pemprov Lampung juga mempercepat penanganan jalan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar.
Perbaikan dilakukan pada sejumlah titik prioritas di jalur wisata pesisir yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala utama mobilitas warga maupun wisatawan. Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.
Gubernur Mirza menegaskan pembangunan konektivitas pesisir menjadi langkah penting dalam membuka jalur wisata terintegrasi dari Pesawaran hingga Tanggamus.
“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu, di ruas Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu atau Simpang Umbar, Pemprov Lampung mulai melakukan pembangunan bertahap guna membuka akses menuju salah satu destinasi wisata unggulan Lampung.
Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.
Pemprov Lampung menilai pembangunan jalan tersebut akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir, sekaligus mendukung sektor perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.
“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” ujar Gubernur.
Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut dan berharap akses yang semakin baik akan membuat kawasan wisata pesisir Lampung semakin ramai dikunjungi wisatawan serta berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.
Kini, jalur Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu perlahan berubah. Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu hingga empat jam kini menjadi lebih singkat, nyaman, dan membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata Lampung. (Rls)
- Penulis: Redaksi