Semester I 2026, Aset Bank Lampung Capai Rp11,5 Triliun
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM– BANK Lampung terus mempercepat transformasi digital dan penguatan tata kelola perusahaan sebagai strategi meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Langkah tersebut berdampak pada kinerja positif perusahaan sepanjang Semester I 2026, dengan total aset mencapai Rp11,5 triliun atau tumbuh 6,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menjelaskan transformasi telah dimulai sejak akhir 2025 melalui penyesuaian struktur organisasi untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi industri perbankan.
Salah satu perubahan yang dilakukan adalah pembentukan Divisi Bisnis Produk dan Layanan Digital, tim percepatan bisnis, serta Unit Kerja Khusus (UKK) Cyber yang kini berdiri sendiri agar lebih fokus memperkuat sistem keamanan siber.
“Selain membentuk tim percepatan bisnis, kami juga menambah Divisi Bisnis Produk dan Layanan Digital serta membentuk UKK Cyber sebagai unit tersendiri agar penguatan keamanan siber lebih optimal,” ujar Indra Merviana saat acara OJK di Hotel Azana, Jumat (10/7/2026).
Tak hanya memperkuat organisasi, Bank Lampung juga memperbarui visi dan misi perusahaan untuk semakin mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif.
Menurut Indra, Bank Lampung kini aktif mengikuti berbagai agenda pembangunan daerah, termasuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan kunjungan kerja Gubernur Lampung ke berbagai kabupaten. Melalui keterlibatan tersebut, Bank Lampung dapat menyesuaikan produk pembiayaan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan kebutuhan petani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan) yang kemudian direspons melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Alsintan.
Selain itu, Bank Lampung juga tengah menyiapkan dukungan bagi Program Koperasi Desa Merah Putih melalui penyediaan agen L-Smart di setiap koperasi.
Di sisi lain, sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim terus diperkuat sejak penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) pada Desember 2025. Kerja sama tersebut mencakup penguatan manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian internal, teknologi informasi hingga pengembangan sumber daya manusia.
“Dengan KUB bersama Bank Jatim, kami banyak melakukan benchmarking agar pengelolaan teknologi informasi, human capital, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan semakin baik,” kata Indra.
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Lampung mencatat pertumbuhan pada hampir seluruh indikator utama. Penyaluran kredit meningkat 9,89 persen secara tahunan, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,36 persen. Capaian tersebut bahkan melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
Permodalan Bank Lampung juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 29,27 persen. Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,55 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 82,66 persen, yang menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan tetap sehat untuk mendukung ekspansi bisnis.
Pada sektor pembiayaan, kredit konsumtif masih mendominasi dengan nilai Rp5,8 triliun atau tumbuh 10,34 persen. Sementara kredit produktif meningkat 8,6 persen yang disalurkan ke sektor UMKM, korporasi, KUR, konstruksi, sindikasi, hingga pembiayaan pemerintah daerah.
Pembiayaan terbesar masih mengalir ke sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan, aktivitas keuangan, industri pengolahan, serta konstruksi. Bank Lampung juga terus mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk pembiayaan sektor pertanian dan program alih komoditas dari singkong ke jagung.
Penghimpunan dana masyarakat turut menunjukkan tren positif. Giro tumbuh 2,63 persen, tabungan meningkat 10,8 persen, sedangkan deposito berjangka menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan 17,53 persen.
Dalam mendukung digitalisasi layanan pemerintahan, Bank Lampung juga mempercepat implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI). Hingga awal Juli 2026, implementasi sistem tersebut telah berjalan di sebagian besar pemerintah daerah di Lampung dan kini hanya menyisakan tiga kabupaten yang masih dalam tahap penyelesaian. (**)
- Penulis: Redaksi









