Pakan Mandiri Pangkas Biaya hingga 50%, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari Jadi Percontohan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – INOVASI pembuatan pakan ikan secara mandiri yang dikembangkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang mendorong pengembangan pakan berbahan baku lokal sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan.
Gubernur menyampaikan apresiasi saat menghadiri panen raya ikan patin Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, kreativitas dan kemandirian pembudidaya dalam mengelola usaha menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Ia menjelaskan, tingginya biaya pakan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam usaha budidaya perikanan. Kondisi tersebut turut memengaruhi keuntungan pembudidaya, terlebih Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perikanan budidaya masih berada di bawah angka 100.
Padahal, sejumlah bahan baku pakan tersedia di daerah, seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan sekaligus menekan biaya produksi.
“Bapak bisa ambil jagung sendiri, Bapak bisa memadukan sendiri, dicampur POC sendiri, tanam sendiri, panen sendiri, harganya jadi lebih baik, untungnya lebih banyak. Jadi, yang penting ternyata bukan padinya, bukan jagungnya, bukan bungkil sawitnya, bukan POC-nya. Yang penting adalah kreativitas Bapak-Bapak sekalian untuk bangkit,” ujar Gubernur.
Melalui formulasi pakan mandiri yang dikombinasikan dengan pupuk organik cair (POC), Pokdakan Jaya Mandiri Lestari mampu memproduksi pakan dengan biaya sekitar Rp5.000 per kilogram. Biaya tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pakan pabrikan yang berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.
Efisiensi pakan tersebut berpotensi menurunkan biaya pembesaran ikan patin dan meningkatkan keuntungan pembudidaya. Dalam kegiatan itu, disampaikan estimasi hasil panen mencapai 18,7 ton per kolam, dengan potensi keuntungan bersih sekitar Rp10.000 per kilogram ikan.
Gubernur meminta inovasi tersebut dikembangkan lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan pembudidaya di daerah lain. Ia secara khusus mendorong Pokdakan Jaya Mandiri Lestari menjadi pusat pembelajaran bagi pembudidaya ikan di Lampung Selatan.
“Kumpulkan semua petani budidaya ikan se-Lampung Selatan ke sini untuk belajar melihat kreativitas Bapak. Balik ke desanya, balik ke kampungnya, balik ke kolamnya, mereka akan buat pakan ikan sendiri,” instruksi Gubernur.
Selain meningkatkan efisiensi produksi, Pemerintah Provinsi Lampung juga berupaya memperluas akses pemasaran hasil budidaya ikan, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gubernur menyebut masih banyak pembudidaya yang belum memiliki akses langsung ke dapur MBG sehingga diperlukan kemitraan yang lebih luas.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berupaya membuka jalur pemasaran agar hasil budidaya masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan.
“Bapak nanti kalau mau langsung jual ke MBG bisa. Saya cek ternyata banyak petani-petani budidaya kita ini ikannya belum dapat akses ke dapur. Maka kami, Bupati Egi, ini ditugaskan bagaimana membuka akses sebesar-besarnya bagi petani-petani seperti Bapak langsung masuk ke dapur,” tambahnya.
Gubernur menegaskan, peningkatan efisiensi produksi harus berjalan seiring dengan perluasan pasar. Dengan biaya yang lebih terkendali dan akses pemasaran yang semakin terbuka, usaha budidaya ikan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang mendukung pengembangan sektor perikanan Lampung, termasuk penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, usaha budidaya ikan yang dijalankan masyarakat membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk membangun kegiatan ekonomi produktif. Menurutnya, pengelolaan yang kreatif dan berkelanjutan dapat mengoptimalkan potensi yang tersedia menjadi sumber penghasilan keluarga.
“Panen raya hari ini adalah bukti bahwa usaha perikanan rakyat mampu menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan keluarga. Dengan segala keterbatasan, dengan segala hal yang dimiliki, lahan yang ada mampu dioptimalkan menjadi ruang-ruang ekonomi yang bertumbuh,” ujar Bupati Egi.
Ia juga mendorong pembudidaya mengembangkan hilirisasi produk perikanan agar tidak hanya menjual ikan segar, tetapi juga menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi.
Bupati Egi mencontohkan pengembangan hilirisasi di Kampung Nelayan Merah Putih, Kecamatan Ketapang. Melalui pengolahan ikan menjadi fillet dan penyimpanan menggunakan cold storage, nilai jual komoditas dapat meningkat dari kisaran 700 menjadi 2.000, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengembangan produk olahan perlu menjadi bagian dari strategi penguatan sektor perikanan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Perwakilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Sariman, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan yang menunjang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
Ia mengatakan, perbaikan jalan provinsi dan kabupaten memberikan manfaat bagi petani dan pembudidaya ikan, terutama dalam mendukung mobilitas serta kegiatan ekonomi.
Sariman juga menyampaikan bahwa pembinaan terhadap anggota kelompok membantu meningkatkan kemampuan pembudidaya, termasuk mereka yang baru memulai usaha. Saat ini, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari beranggotakan 10 orang.
Salah satu anggota pemula mampu membudidayakan 5.000 benih ikan patin selama enam bulan dan menghasilkan sekitar 2,3 ton ikan saat panen.
Selain mengembangkan usaha produktif, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari turut menyalurkan bantuan hasil perikanan kepada balita, ibu hamil, serta anak-anak yatim piatu di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian kelompok dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan penanganan stunting.
Melalui pengembangan pakan mandiri, perluasan akses pasar, dan penguatan hilirisasi, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sektor perikanan budidaya menjadi penggerak ekonomi desa yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (Rls)
- Penulis: Redaksi



