ITERA dan Pemprov Lampung Perkuat Riset Hilirisasi Pertanian, Petani Desa Jadi Sasaran Manfaat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – PEMERINTAH Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) untuk mendorong riset aplikatif dan inovasi teknologi yang mendukung pembangunan daerah. Kerja sama ini diarahkan pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan serta penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Rektor ITERA Prof. Dr. Apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., beserta jajaran di Mahan Agung, Senin malam (2/11/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk merumuskan langkah konkret pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi agar dapat menjawab kebutuhan pembangunan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Usai pertemuan, Rektor ITERA Prof. Elfahmi mengapresiasi kesempatan berdiskusi langsung dengan Gubernur Lampung. Ia menyebut pertemuan tersebut berlangsung produktif dan menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis yang dapat segera ditindaklanjuti.
“Alhamdulillah, pertemuan malam ini sangat bagus dan produktif. Kami membicarakan sejumlah hal yang bisa ditindaklanjuti terkait kontribusi ITERA untuk Lampung,” ujar Elfahmi.
Ia menjelaskan, ITERA memaparkan sejumlah hasil riset yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian, antara lain pengembangan bioetanol serta pengolahan komoditas singkong dan kopi. Menurutnya, penguatan riset berbasis sains dan teknologi dapat menjadi salah satu upaya mendorong hilirisasi komoditas unggulan Lampung.
Dalam diskusi tersebut, Pemprov Lampung juga menyampaikan arah kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat, terutama di tingkat desa. Hal ini menjadi dasar pengembangan riset berbasis kebutuhan atau need-based research, sehingga hasil penelitian tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung.
“ITERA mengusulkan hasil riset yang benar-benar bisa diimplementasikan. Di sisi lain, Pak Gubernur menjelaskan apa yang sesungguhnya dibutuhkan Lampung, terutama desa-desa. Inilah yang kami sebut sebagai need-based research, penelitian yang didasarkan pada kebutuhan,” jelasnya.
Selain membahas hilirisasi produk pertanian, pertemuan tersebut turut menyoroti potensi pengembangan industri mineral, termasuk pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ). Elfahmi mengaku mengapresiasi pemahaman Gubernur Lampung terhadap isu strategis tersebut.
ITERA dan Pemprov Lampung juga membahas percepatan penyediaan alat pengering (dryer) untuk mendukung pengolahan tiga komoditas pertanian prioritas, yakni singkong, jagung, dan padi. Penyediaan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hasil pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan petani.
“Insyaallah, sejumlah komitmen ini bisa kita percepat. Ada dryer dan tiga komoditas utama yang menjadi prioritas, yaitu singkong, jagung, dan padi,” ungkap Elfahmi.
Ia menegaskan, ITERA berkomitmen menindaklanjuti berbagai kesepahaman secara konkret dan taktis bersama Pemprov Lampung. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas pemanfaatan hasil riset untuk mendukung kemajuan daerah, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
Sinergi Pemprov Lampung dan ITERA diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, mempercepat hilirisasi komoditas lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan. (Rls)
- Penulis: Redaksi



