Transformasi Kakao Lampung Timur, Dari Kebun Menuju Produk Bernilai Tinggi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — HAMPARAN kebun kakao yang membentang di Kabupaten Lampung Timur menyimpan potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Potensi itulah yang terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Festival Kakao Lampung Timur yang digelar di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara, dan secara resmi dibuka oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.
Mengusung tema “Transformasi Kakao Lampung Timur”, festival ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, lembaga pendamping, hingga masyarakat untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing kakao Lampung Timur agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa pembangunan sektor kakao tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Menurutnya, dibutuhkan transformasi menyeluruh mulai dari budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan pascapanen, hingga pemasaran yang lebih modern dan berorientasi pada nilai tambah.
“Kita harus terus melakukan transformasi, mulai dari cara budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan pascapanen hingga pemasaran yang lebih modern dan berorientasi pada nilai tambah,” ujar Bupati.
Ia mendorong para petani agar tidak hanya menjual biji kakao mentah, tetapi mulai mengembangkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi, seperti cokelat olahan, bubuk kakao, minuman cokelat, hingga beragam produk kreatif berbahan dasar kakao.
Menurut Bupati, Festival Kakao menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kakao Lampung Timur kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai salah satu sentra kakao unggulan di Indonesia.
“Mari kita jadikan kakao sebagai salah satu identitas dan kebanggaan Kabupaten Lampung Timur dengan membangun ekosistem kakao dari hulu hingga hilir, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.
Bupati berharap semangat transformasi yang diusung dalam festival ini mampu melahirkan kakao yang unggul, petani yang semakin sejahtera, serta Lampung Timur yang maju dan makmur.
Festival tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta sejumlah pimpinan lembaga nonpemerintah dan mitra pembangunan.
Berbagai organisasi dan perusahaan yang selama ini aktif mendukung pengembangan kakao juga hadir, di antaranya Rikolto, PBN, GIZ, KAWAN TANU, GEMA CITA, CSP, serta para pembeli, eksportir, dan mitra sektor swasta seperti OFI, Barry Callebaut, Mars, Terve Chocolate, dan PT Tani.
Selain menjadi ajang promosi, Festival Kakao tahun ini juga menghadirkan pameran berbagai varietas kakao beserta produk olahannya. Pengunjung dapat menyaksikan beragam inovasi pertanian ramah lingkungan, mulai dari pupuk organik, fungisida organik, hingga bahan pengendali hama alami yang mendukung budidaya kakao berkelanjutan.
Suasana semakin hangat ketika seluruh tamu undangan, peserta, dan pengurus bersama-sama menikmati minuman cokelat sebagai simbol kebersamaan sekaligus ajakan untuk mencintai dan mengonsumsi produk kakao lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum APIK menekankan pentingnya membangun petani kakao yang mandiri melalui penerapan budidaya berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa tanaman kakao tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat ekologis karena mampu mendukung penghijauan dan konservasi lingkungan. Penggunaan pestisida serta fungisida organik juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dalam proses budidaya.
Forum APIK juga berperan mengoordinasikan para petani agar setiap program pembinaan dan pendampingan berjalan lebih efektif. Para petani diingatkan untuk menerapkan standar penanganan pascapanen yang baik, seperti tidak menjemur biji kakao langsung di atas tanah serta memastikan proses penjemuran berlangsung optimal guna menjaga mutu hasil panen.
Sebagai bagian dari upaya modernisasi sektor perkebunan, Forum APIK memperkenalkan rencana pengembangan Aplikasi Sistem APIK, sebuah platform digital yang akan memudahkan pendataan petani, pengelolaan keanggotaan, penyampaian program, hingga pemantauan perkembangan sektor kakao secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Melalui sinergi antara pemerintah, petani, dunia usaha, serta berbagai mitra pembangunan, Festival Kakao Lampung Timur diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat hilirisasi komoditas kakao, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengukuhkan Lampung Timur sebagai daerah penghasil kakao berkualitas yang mampu bersaing di pasar global. (Rls)
- Penulis: Redaksi






