Hadiri Yudisium Teknik Unila, Sekdaprov Marindo Dorong Lulusan Teknik Unila Jadi Motor Inovasi di Era Bonus Demografi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Menghadiri Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Teknik Unila dalam rangka Yudisium Program Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Tahun 2026. Foto: Ist
PERISAILAMPUNG.COM — SEKRETARIS Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mendorong para lulusan Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) untuk meningkatkan keterampilan, daya saing, serta semangat inovasi dalam menghadapi tantangan masa depan, khususnya di tengah momentum bonus demografi.
Hal tersebut disampaikan Marindo saat menghadiri Rapat Luar Biasa Senat Fakultas Teknik Unila dalam rangka Yudisium Program Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Tahun 2026 di Aula Gedung A Lantai 2 Fakultas Teknik Unila, Kamis (23/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Marindo bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut menjadi wisudawan Program Profesi Insinyur (PPI). Gubernur Mirza berhasil meraih predikat wisudawan terbaik pertama dengan IPK 3,88, sementara Marindo menjadi terbaik kedua dengan IPK 3,79.
Marindo mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah menyelesaikan pendidikan dan akan memasuki fase baru kehidupan. Ia menegaskan bahwa dunia pasca kampus menuntut kesiapan mental, kemampuan adaptasi, serta daya juang yang tinggi.
“Selamat kepada adik-adik semua yang hari ini melaksanakan yudisium. Anda telah memasuki fase kehidupan yang nyata. Tantangan ke depan adalah bagaimana mampu beradaptasi dan menaklukkan dunia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi Provinsi Lampung yang tengah memasuki masa bonus demografi, di mana sekitar 69,24 persen penduduk berada pada usia produktif.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga berpotensi menjadi tantangan jika tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang memadai.
“Ini bisa menjadi kekuatan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bisa menjadi ancaman jika tidak dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.
Marindo menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri, keterampilan yang relevan, serta kemauan untuk terus belajar. Ia mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
Lebih lanjut, ia mengajak para lulusan untuk berperan aktif dalam mendukung program pembangunan pemerintah, khususnya yang berfokus pada penguatan ekonomi desa.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta program Pemerintah Provinsi Lampung melalui inisiatif “Desaku Maju”.
“Adik-adik bisa mengambil peran melalui inovasi, kewirausahaan, maupun pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Sebagai alumni Teknik Sipil Fakultas Teknik Unila angkatan 1998, Marindo mengaku bangga terhadap almamaternya. Ia juga menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat.
“Menuntut ilmu tidak mengenal batas usia, waktu, maupun pekerjaan. Teruslah belajar selagi hayat masih dikandung badan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan harus dimaknai sebagai bekal kehidupan, bukan sekadar pencapaian akademik.
“Ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk mengejar gelar, tetapi untuk mengembangkan diri dan menjadi inspirasi bagi lingkungan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Marindo menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Fakultas Teknik Unila dalam mendukung pembangunan daerah.
“Sinergi ini penting agar lulusan perguruan tinggi dapat berperan langsung dalam mendorong kemajuan daerah,” pungkasnya. ()
- Penulis: Redaksi