Gubernur Mirza Dampingi Menteri PKP Tanam Sejuta Pohon, Dorong Kota Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Penanaman Sejuta Pohon. Foto : Ist
PERISAILAMPUNG.COM — GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, dalam kegiatan Penanaman Sejuta Pohon di kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati), Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Real Estate Indonesia (REI) ke-54 sekaligus bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian lingkungan dan pembangunan kawasan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Taman Kehati Lampung merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung bersama Yayasan Sahabat Alam dengan luas kawasan mencapai 24,99 hektare. Pada tahap pengembangan saat ini, penanaman difokuskan pada area seluas 5 hektare.
Program penghijauan tersebut telah dimulai sejak Desember 2024 melalui penanaman tahap pertama sebanyak 3.000 bibit pohon. Hingga kini, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, sebanyak 13.000 pohon dan tanaman dari berbagai jenis telah ditanam di kawasan tersebut.
Lebih dari 120 spesies tanaman kini tumbuh dan mulai membentuk ekosistem alami yang dihuni beragam satwa, seperti burung, lebah, kumbang, kupu-kupu, serta berbagai jenis serangga lainnya.
Ke depan, kawasan Taman Kehati ditargetkan memiliki sekitar 200 spesies tanaman lokal dalam dua tahun mendatang. Pengembangan difokuskan pada tanaman bernilai budaya dan ekologis, seperti tanaman bumbu, tanaman obat, bahan pembungkus makanan tradisional, tanaman ritual adat, tanaman pewarna alami, tanaman buah, tanaman kayu, hingga vegetasi khas hutan Lampung.
Taman Kehati juga diproyeksikan mencapai tingkat keanekaragaman hayati optimal pada tahun kelima, sementara pembentukan ekosistem berkelanjutan secara penuh diperkirakan terwujud dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.
Selain menjadi kawasan penghijauan, Taman Kehati Lampung diharapkan berkembang sebagai pusat konservasi plasma nutfah tanaman lokal khas Lampung, sekaligus menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan wisata lingkungan berbasis keanekaragaman hayati.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Lampung.
Menurutnya, gerakan penghijauan tidak boleh berhenti sebatas seremoni, melainkan harus menjadi budaya bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
“Upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, terutama di tengah pertumbuhan kawasan dan pembangunan wilayah di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPP REI dalam mendukung program pelestarian lingkungan secara konkret.
“Terima kasih karena sudah mendukung program pemerintah terkait pelestarian lingkungan secara konkret,” kata Maruarar.
Ia mengungkapkan, pemerintah pusat tengah mengkaji kebijakan agar setiap pembangunan rumah, baik komersial maupun subsidi, diwajibkan menanam minimal satu pohon di lingkungan perumahan yang dibangun pengembang.
Selain itu, Maruarar menyampaikan program pembangunan dan rehabilitasi rumah di Lampung terus mengalami peningkatan. Jika pada tahun sebelumnya terdapat sekitar 3.000 rumah yang mendapatkan program bedah rumah, maka pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 10.000 rumah.
Ia optimistis sektor perumahan di Lampung mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga menyoroti pengembangan kawasan Kota Baru agar sejak awal dirancang dengan konsep pembangunan hijau dan berkelanjutan.
“Jangan sampai Kota Baru menjadi gundul. Pohon-pohonnya harus dipersiapkan sejak awal, bahkan sebelum kotanya digunakan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kawasan dan kelestarian alam. (*)
- Penulis: Redaksi