LDII Lampung Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Lewat Aksi Nyata
- account_circle Redaksi
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – DPW LDII Provinsi Lampung menggelar Seminar dan Aksi Tanam Pohon dalam rangka Hari Hutan Indonesia 2026 dengan mengusung tema “Menjaga Hutan, Menjaga Kehidupan: Kolaborasi Umat untuk Indonesia Hijau dan Berkelanjutan”, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui konsep dakwah bil hal, yakni berdakwah melalui tindakan nyata.
Ketua DPP LDII Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LISDAL), Dicky Budiman, yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari ibadah sekaligus bentuk dakwah yang diwujudkan melalui aksi nyata.
“Menjaga bumi adalah bagian dari ibadah. Dakwah bil hal menjadi motor penggerak perubahan ekologis melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan, menanam pohon, dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana,” ujarnya.
Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Muhammad Aditya, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari komitmen LDII yang sejalan dengan semangat green dakwah. Menurutnya, hutan merupakan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
“Merusak hutan berarti membawa bencana. Hutan yang kita nikmati hari ini adalah titipan dari generasi sebelumnya yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya,” kata Aditya.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim kini semakin dirasakan masyarakat melalui suhu yang semakin panas dan cuaca yang tidak menentu. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan Hari Hutan Indonesia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan aksi nyata menjaga lingkungan.
Dalam pemaparannya, Dicky menjelaskan bahwa krisis lingkungan tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan manusia dan hewan. Melalui pendekatan One Health dan Planetary Health, ia menegaskan bahwa kelestarian bumi menjadi syarat utama bagi keberlangsungan kehidupan.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan hingga tingkat keluarga dan masyarakat. “Kesadaran hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dicky menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan juga memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Manusia sebagai khalifah fil ardh berkewajiban menjaga keseimbangan bumi, bukan mengeksploitasinya. “Menanam pohon adalah sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir selama pohon itu memberi manfaat,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa LDII telah menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari gerakan organisasi sejak 2012. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penghijauan, pengelolaan sampah, budaya guna ulang di lingkungan masjid, hingga kerja bakti dan penanaman pohon secara serentak di berbagai daerah.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon jenis MPTS (Multi Purpose Tree Species) dan tanaman peneduh di lingkungan masjid dan pondok bersama pengurus DPD, PC, dan PAC LDII se-Lampung.
Menurut Dicky, penanaman pohon harus disertai komitmen perawatan agar memberikan manfaat jangka panjang. “Setiap bibit yang ditanam hari ini adalah dakwah yang terus hidup dan menjadi sedekah jariyah selama memberi manfaat bagi bumi Lampung,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda LDII ikut berperan aktif menjaga lingkungan. “Menanam satu pohon hari ini adalah bentuk dakwah bil hal yang sederhana, tetapi manfaatnya dapat dirasakan puluhan tahun ke depan,” katanya.
Sementara itu, narasumber dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Way Seputih–Way Sekampung, Agus Riyadi, menekankan pentingnya menjaga hutan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan daerah aliran sungai (DAS).
Menurut Agus, rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya bertujuan meningkatkan tutupan lahan dan memperbaiki tata air, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Jangan sampai penghijauan berhenti pada penanaman. Pohon yang sudah ditanam harus dirawat dan dikelola agar memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, DPW LDII Provinsi Lampung berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai pesan keagamaan semata, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari melalui pengurangan sampah, penghematan sumber daya, penanaman pohon, serta perawatan lingkungan secara berkelanjutan. (Rls)
- Penulis: Redaksi






