Breaking News
light_mode

Balai Besar PPTP Dorong Realisasi Target Hilirisasi Tebu di Lampung Utara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

Foto: Istimewa

PERISAILAMPUNG.COM – TARGET tanam tebu di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tahun 2026 seluas 2.800 hektare berupa perluasan maupun bongkar ratoon.

Pj. Hilirisasi Tebu Lampung – Sumsel, Kus Haryanto, yang juga Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan siap mendorong percepatan realisasi hilirisasi tebu yang akan ditanam di tahun 2026.

Targetnya tahun 2026 seluas 2.800 ha tanaman perkebunan tebu di Kabupaten Lampung Utara. “Dengan semangat baru kita dorong percepatan proses tanam program hilirisasi tanaman tebu di Provinsi Lampung pada umumnya. Dan Kabupaten Lampung Utara khususnya,” kata dia saat rakor percepatan hilirisasi tebu bersama pemprov diwakilkan Kepala Dinas Perkebunan Lampung, Desti Arisandi, pemkab melalui Kepala Disbunnak Lampura, M Rizki, pihak perusahaan (Bunga Mayang), Kementan, penyuluh dan masyarakat kelompok tani di Wisma Tamu I PG Bunga Mayang, Kamis (21/5/2026).

Pihaknya mendorong pemerintah daerah, stake holder dan elemen masyarakat mendorong program swasembada pangan yang diinisiasi oleh Presiden-RI, Prabowo Subianto. “Termasuk energi, karena ada bio etanol-nya juga. Kita juga sudah menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan, mulai dari Kejagung, Kejati sampai dengan kejari dalam pembinaan. Dan untuk kepolisian akan segera, guna mengawal program tersebut,” terangnya.

Dalam memberikan penguatan, sekaligus pengawalan terhadap pelaksanaan program yang mendukung swasembada pangan dan energi itu. “Jadi program ini diberikan secara cuma – cuma (gratis), dijamin. Terlebih kalau dia (hilirisasi tebu) berlebih pembiayaannya maka harus dipulangkan,” tegasnya.

Dijelaskannya bahwasanya komoditas yang saat ini digeluti masyarakat di wilayah Lampung Utara (tebu) dapat menjadi pilihan dibandingkan komoditas lain.”Sebab ini program pemerintah, berapapun hasilnya (panen) pasti ditampung pemerintah. Saat ini harganya diatas 65 dan kedepannya bisa 68, karena bio ethanol terus digenjot. Kalau dibanding dengan komoditas saat ini sedang naik daun, ubi kayu misalnya itu bersaing harganya,” ungkapnya.

“Kalau singkong kan tidak, hari ini harganya tinggi besok – besok petani panen itu turun. Melihat ‘trend’ yang terjadi selama ini. Kalau inikan tidak,” imbuhnya.

Disisi lain, Ketua Kelompok Tani Semusim, Direktorat Tani Semusim dan Tahunan, Dirjend Perkebunan, Kementan-RI, Wahyudi menambahkan pemerintah akan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya masalah pembiayaan dikala masa perawatan tanaman. “Demikian juga dengan hasil panen, berapapun kita siap menampung melalui pabrik – pabrik yang ditunjuk sebagai kepanjangan tangan menyerap hasil petani. Termasuk pupuk urea saat ini menjadi keluhan masyarakat,” tambahnya.

Petani Tebu asal Desa Tanah Abang, Kecamatan Bunga Mayang, Syarifudin, mengaku tantangan yang dihadapi masyarakat dalam program hilirisasi tebu ialah persoalan perawatan. Mulai dari masalah pupuk (Urea), sampai kepada pembiayaan lain seperti penyiangan sampai musim panen tiba. “Masalahnya kan itu perlu dirawat, tidak hanya disaat penanaman. Seperti pembersihan lahan dan pembajakan (HOK), kalau perawatannya asal maka hasil kurang dirasakan masyarakat petani,” ujarnya.

Sehingga menyulitkan masyarakat. Apalagi, beberapa diantaranya berusaha dilahan HGU. Dan kesulitan mendapatkan pembiayaan dari pemerintah, seperti KUR. “Jadi kami perlu penjelasan. Bagaimana petani, khususnya disekitar PG Bunga Mayang bisa tenang menjalankan usaha perkebunan tebu ini,” timpal petani tebu lain asal Desa Handuyang Ratu, Andre.

Mereka berharap pemerintah dapat membantu petani, sekaligus pendampingan dilapangan. Untuk memberikan kepastian terhadap usaha yang mereka lakukan.”Apalagi sekarang ubi kayu sedang naik – naiknya. Sudah ditembus Rp 1.800/kg, bagaimana tidak beralih,” imbuh petani lain asal Desa Penagan Ratu, Thamrin.

Petani tidak menyangka cukup terbantu dengan program hilirisasi tebu di Kabupaten Lampung Utara. Selain dibantu modal tanam (HOK) dan bibit, juga mendapat pembinaan langsung dari pemerintah. “Kalau untuk HOK, jumlah itu Rp3,6 juta/ Ha yang kami terima. Dan itu direalisasikan semua,” pungkasnya. (Rls)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Umat Muslim Diimbau Maksimalkan Ibadah Zulhijah

    Pemerintah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Umat Muslim Diimbau Maksimalkan Ibadah Zulhijah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM — PEMERINTAH melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Dikutip dari website Kemenag, bahwa keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama dalam konferensi pers usai Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H yang digelar di […]

  • Pemkab Lampung Tengah Gelar Bimtek Konvensi Hak Anak untuk Dukung Penilaian Kabupaten Layak Anak

    Pemkab Lampung Tengah Gelar Bimtek Konvensi Hak Anak untuk Dukung Penilaian Kabupaten Layak Anak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM — ASISTEN Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Lampung Tengah, Candra Puasati, membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak (KHA) bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Lembaga Penyedia Layanan, yang bertujuan menyiapkan data dukung penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Siger Emas, Lantai IV Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung […]

  • Triwulan I 2026, Pembelian Kendaraan Baru Naik 21 Persen

    Triwulan I 2026, Pembelian Kendaraan Baru Naik 21 Persen

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM – DAYA beli masyarakat Provinsi Lampung menunjukkan tren yang semakin positif pada triwulan I tahun 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya transaksi pembelian kendaraan bermotor baru selama periode Januari hingga Maret 2026. Berdasarkan data perbandingan periode Januari–Maret 2025 dan Januari–Maret 2026, jumlah kendaraan baru di Lampung meningkat dari 32.858 unit menjadi 39.817 unit. Dengan […]

  • Rakor Inflasi, Gubernur Mirzani Fokus Tiga Sektor Penting

    Rakor Inflasi, Gubernur Mirzani Fokus Tiga Sektor Penting

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM — GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (6/5/2026). Rapat tersebut diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, para staf ahli gubernur, kepala OPD terkait, serta perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung. Dalam arahannya, Gubernur menegaskan terdapat tiga sektor […]

  • Rektor UIN Raden Intan Lantik Tiga Pejabat Baru Eselon III, Tegaskan Komitmen Hadapi Tantangan Global

    Rektor UIN Raden Intan Lantik Tiga Pejabat Baru Eselon III, Tegaskan Komitmen Hadapi Tantangan Global

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    PERISAILAMPUNG.COM – REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., melantik tiga pejabat baru Eselon III di lingkungan kampus setempat. Prosesi pelantikan berlangsung di Lobby Lantai 8 Gedung Academic & Research Center, Selasa (4/11/2025). Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, […]

  • Harga Singkong Tertekan, Pemprov Lampung Perkuat Kemitraan Petani dan Industri Tapioka

    Harga Singkong Tertekan, Pemprov Lampung Perkuat Kemitraan Petani dan Industri Tapioka

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PERISAI LAMPUNG.COM — HARGA singkong dunia saat ini tengah tertekan akibat melemahnya permintaan tapioka global. Kondisi tersebut berdampak langsung pada industri pengolahan dan para petani di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung yang selama ini menjadi salah satu sentra produksi singkong nasional. Di tingkat internasional, penurunan permintaan paling signifikan terjadi pada sektor kertas dan pangan—dua sektor […]

expand_less