Hilirisasi Jadi Kunci Lampung Dongkrak Nilai Tambah Komoditas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan daerah untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi Lampung. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Lampung Begawi x Siger Fest 2026 yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Jumat (18/9/2026).
Gubernur mengatakan, Lampung memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan strategis nasional. Produksi gabah/padi Lampung mencapai sekitar 3,5 juta ton, dengan sebagian di antaranya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pangan di sejumlah provinsi. Lampung juga memiliki komoditas unggulan lain, seperti jagung, tapioka, kopi, lada, dan gula.
Menurut Mirza, besarnya produksi komoditas tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya petani. Selama ini, harga komoditas mentah yang fluktuatif menjadi salah satu tantangan. Karena itu, penguatan hilirisasi dinilai penting agar hasil pertanian dan perkebunan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Ke depan untuk mencapai 8 persen tidak bisa hanya dengan regulasi. Harus ada kolaborasi, kreativitas, inovasi, dan yang paling penting sesuai dengan RPJMN kita harus melakukan hilirisasi. Kami melihat baru 30 persen komoditas kami yang dihilirisasi di Lampung,” ujar Mirza.
Ia menjelaskan, strategi hilirisasi akan dilakukan melalui pengembangan industri berbasis sentra perdesaan, seperti industri pakan ayam lokal serta pengolahan pascapanen kopi dan kakao. Selain itu, pemerintah mendorong hilirisasi lanjutan melalui pengembangan kawasan industri manufaktur.
Menurutnya, penguatan nilai tambah komoditas juga perlu didukung peningkatan teknologi dan infrastruktur. Hal itu terlihat dari meningkatnya penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Lampung yang disebut naik hampir 200 persen, sementara armada logistik truk meningkat sekitar 50 persen.
Mirza juga menyebut sektor pariwisata dan energi baru terbarukan sebagai bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi baru. Jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Lampung disebut meningkat dari sekitar 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta kunjungan pada 2025. Di sisi lain, sekitar 71 persen penduduk Lampung berada dalam kelompok usia produktif.
Ia mengajak Bank Indonesia dan sektor perbankan turut mengawal percepatan investasi, terutama dengan membantu mengatasi berbagai hambatan dalam proses perizinan. Menurutnya, penguatan ekonomi daerah menjadi salah satu fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang antara lain oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Thomas menilai tantangan selanjutnya bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, hilirisasi dan investasi menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi Lampung.
“Yang penting bukan hanya bagaimana ekonomi tumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut menghasilkan nilai tambah yang semakin luas bagi masyarakat. Karena itu, seperti Pak Gub sampaikan, hilirisasi dan investasi menjadi luar biasa pentingnya,” kata Thomas.
Ia menjelaskan, Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui kemitraan usaha, peningkatan kapasitas manajerial dan mutu produk, serta perluasan akses pembiayaan. Sejumlah komoditas unggulan Lampung, seperti olahan pisang, kopi, dan wastra, didorong agar mampu masuk ke rantai pasok global dan pasar ekspor.
Di sisi digitalisasi, hingga Juli 2026 tercatat sekitar 1,6 juta pengguna QRIS di Lampung atau tumbuh 17,38 persen secara tahunan. Jumlah merchant QRIS juga mencapai sekitar 916 ribu atau tumbuh 29,29 persen secara tahunan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan Lampung Begawi tahun ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk UMKM, tetapi juga diarahkan untuk memetakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka ruang investasi.
“Kami ingin menyampaikan informasi apa yang sudah kami lakukan. Jadi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan UMKM, tapi bagaimana kami juga bisa bekerja sama dengan provinsi dan kabupaten/kota di Lampung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, utamanya memberikan nilai tambah bagi produk unggulan Provinsi Lampung,” ujar Bimo.
Bimo menambahkan, digitalisasi juga terus diperluas untuk meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan anggaran, tetapi juga mendorong efisiensi dan perluasan ekosistem ekonomi serta keuangan digital di daerah. (Rls)
- Penulis: Redaksi





