UBL Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni Budaya Hindu Lewat Widya Dharma Bhakti IV
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — UNIVERSITAS Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pelestarian budaya, serta penguatan nilai-nilai keagamaan mahasiswa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Seni Budaya Bali dalam rangka Widya Dharma Bhakti IV yang digelar oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Bandar Lampung (KMHD UBL), Senin (6/7/2026), di Kampus UBL.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda Hindu di Provinsi Lampung untuk menyalurkan bakat, kreativitas, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Bali.
Ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, remaja, hingga pelajar SMA dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung mengikuti berbagai cabang perlombaan, seperti Miniatur Ogoh-ogoh, Tari Cendrawasih, dan Kreasi Beleganjur.
Di antara seluruh cabang lomba, penampilan Kreasi Beleganjur menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Atraksi tersebut menampilkan perpaduan kekompakan, semangat, dan kekayaan tradisi Bali yang dikemas secara kreatif oleh generasi muda.
Widya Dharma Bhakti IV secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Bandar Lampung, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., yang diwakili Kepala Biro Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (BPKHA) UBL, Dra. Yulfriwini, M.T.
Pembina KMHD UBL, Prof. Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H., mengatakan Widya Dharma Bhakti IV merupakan program tahunan KMHD UBL sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menjaga, merawat, dan melestarikan seni budaya Hindu di Provinsi Lampung. Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Lomba seni budaya ini merupakan program tahunan KMHD UBL sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya di Provinsi Lampung. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang bagi masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, untuk mengenal lebih dekat Universitas Bandar Lampung sebagai salah satu kampus terbaik di Sumatera Bagian Selatan,” ujar Prof. I Ketut Seregig.
Ia menegaskan, seni budaya Bali bukan sekadar pertunjukan yang indah secara visual, tetapi juga mengandung nilai spiritual, moral, sosial, serta pendidikan karakter. Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai sangat penting agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala BPKHA UBL, Dra. Yulfriwini, M.T., mengapresiasi inisiatif Pembina KMHD UBL dan semangat mahasiswa Hindu UBL dalam menghadirkan kegiatan yang memadukan seni, budaya, literasi agama, dan pembinaan generasi muda.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pembina KMHD UBL dan seluruh mahasiswa Hindu UBL yang telah menginisiasi kegiatan ini. Seni dan budaya Bali telah dikenal luas, bahkan diakui dunia, sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara. Melalui kegiatan ini, UBL berharap generasi muda semakin mencintai budaya, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan berani tampil sebagai pelestari budaya di era modern,” katanya.
Menurut Yulfriwini, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa UBL merupakan kampus yang terbuka dan inklusif, serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga kepemimpinan, kreativitas, spiritualitas, dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.
Ia berharap Widya Dharma Bhakti IV semakin mempererat hubungan UBL dengan masyarakat Hindu di Provinsi Lampung. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana silaturahmi, memperkuat jejaring komunitas, sekaligus memperkenalkan UBL kepada pelajar Hindu sebagai kampus yang menjunjung keberagaman dan mendukung pengembangan potensi generasi muda.
Ketua Panitia Widya Dharma Bhakti IV KMHD UBL, I Kadek Satria, menjelaskan kegiatan tersebut mengusung tema “Mengembangkan Budaya Hindu melalui Seni dan Literasi Agama di Era Modern.” Tema itu menjadi landasan penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya menampilkan seni budaya, tetapi juga memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai agama Hindu.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa dan generasi muda Hindu di Lampung untuk terus menjaga warisan budaya, memperkuat literasi keagamaan, serta menghadirkan nilai-nilai Hindu dalam kehidupan modern,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian seni budaya tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai agama. Prinsip ‘agama tanpa budaya tak bernilai, budaya tanpa agama tak bermakna’ menjadi pesan yang ingin disampaikan melalui penyelenggaraan Widya Dharma Bhakti IV.
Melalui kegiatan ini, KMHD UBL tidak hanya menyelenggarakan perlombaan seni budaya, tetapi juga memperlihatkan komitmen UBL dalam mendukung keberagaman, mengembangkan kepemimpinan mahasiswa, serta melestarikan budaya Nusantara.
Dari Kampus UBL, generasi muda diajak untuk terus mencintai akar budayanya, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan tanpa kehilangan identitas budaya. (**)
- Penulis: Redaksi









