14 Ribu Ton Palm Kernel Expeller Senilai Rp20 Miliar Diekspor ke Selandia Baru
- account_circle Redaksi
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – BALAI Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung (Karantina Lampung) kembali memfasilitasi ekspor komoditas unggulan daerah. Sebanyak 14 ribu ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil inti sawit senilai Rp20 miliar diberangkatkan ke Selandia Baru pada Jumat (3/7), sekaligus menandai hadirnya eksportir baru asal Lampung yang berhasil menembus pasar internasional.
Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan bertambahnya eksportir baru menjadi indikator semakin terbukanya peluang komoditas perkebunan Lampung di pasar global. Keberhasilan tersebut juga menunjukkan sistem pengawasan dan sertifikasi karantina mampu mendukung pelaku usaha memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.
“Ekspor ini menjadi bukti bahwa komoditas asal Lampung memiliki daya saing di pasar internasional. Karantina berkomitmen mengawal setiap proses ekspor agar memenuhi persyaratan negara tujuan sehingga kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia terus meningkat,” ujar Donni.
Selandia Baru menjadi salah satu pasar potensial bagi PKE karena komoditas ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak, terutama untuk sapi perah dan sapi potong, berkat kandungan seratnya yang tinggi.
PKE merupakan produk samping industri kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah dipasarkan ke berbagai negara, di antaranya Selandia Baru, Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, Jepang, Korea Selatan, China, Filipina, Taiwan, Arab Saudi, dan Singapura.
Kinerja ekspor PKE dari Lampung juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2024, tercatat 172 kali ekspor dengan total volume sekitar 569 ribu ton senilai Rp2,58 triliun. Pada 2025, frekuensi ekspor meningkat menjadi 184 kali dengan volume sekitar 1,34 juta ton dan nilai mencapai Rp3,12 triliun.
Sementara itu, selama Januari hingga Juni 2026, Karantina Lampung telah memfasilitasi 66 kali ekspor PKE dengan total volume sekitar 513 ribu ton dan nilai mencapai Rp1,17 triliun. Capaian tersebut menunjukkan peluang peningkatan ekspor hingga akhir tahun masih terbuka lebar.
Menurut Donni, meningkatnya kebutuhan dunia terhadap bahan baku pakan ternak alternatif menjadi peluang besar bagi pelaku usaha Lampung untuk memperluas pasar ekspor.
“Permintaan PKE di pasar internasional terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan industri peternakan global. Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia, khususnya Lampung, untuk memperluas pasar ekspor,” katanya.
Dalam setiap kegiatan ekspor, Karantina Lampung melakukan pemeriksaan, pengawasan, dan sertifikasi kesehatan tumbuhan melalui penerbitan Phytosanitary Certificate sebagai jaminan bahwa komoditas telah memenuhi standar internasional dan persyaratan negara tujuan.
“Karantina hadir sebagai fasilitator perdagangan yang aman. Kami memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi persyaratan karantina negara tujuan sehingga proses perdagangan berjalan lancar, risiko penyebaran organisme pengganggu tumbuhan dapat dicegah, dan akses pasar internasional tetap terjaga,” tutup Donni.
Alternatif judul lain:
Karantina Lampung Lepas Ekspor 14 Ribu Ton PKE ke Selandia Baru Senilai Rp20 Miliar
14 Ribu Ton PKE Senilai Rp20 Miliar Diekspor ke Selandia Bar, Karantina Lampung Fasilitasi Eksportir Baru
Ekspor PKE Lampung Bertambah, 14 Ribu Ton Dikirim ke Selandia Baru Bernilai Rp20 Miliar
- Penulis: Redaksi









