LSP Polinela Jadi Rujukan IIB Darmajaya Dalam Penguatan Tata Kelola Sertifikasi Profesi Perguruan Tinggi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — LEMBAGA Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menjadi rujukan bagi LSP Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dalam memperkuat tata kelola dan penyelenggaraan sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi.
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan studi banding LSP IIB Darmajaya ke LSP Polinela, Kamis (17/9/2026). Kunjungan dilakukan untuk menggali pengalaman dan praktik pengelolaan LSP, mulai dari kepengurusan, pembagian tugas, mekanisme kerja hingga prosedur operasional sertifikasi profesi.
Rombongan IIB Darmajaya dipimpin Kepala UPT Bahasa dan Pelatihan, Cahyani Pratisti, S.Pi., M.B.A., didampingi Staf Senior LSP IIB Darmajaya, Meiliza, S.Kom., M.T.I., serta staf Hendri Purnomo, S.Kom., M.T.I. Kedatangan rombongan disambut Ketua LSP Polinela, Ir. Eko Subyantoro, S.Kom., M.Kom., beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga berdiskusi mengenai berbagai aspek pengelolaan LSP di perguruan tinggi. Pembahasan mencakup struktur organisasi, pembagian tugas, mekanisme kerja, prosedur operasional, serta pelaksanaan sertifikasi profesi dan layanan sertifikasi kompetensi.
Ketua LSP Polinela, Ir. Eko Subyantoro, S.Kom., M.Kom., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, forum pertukaran pengalaman antarlembaga sertifikasi profesi penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat pelaksanaan sertifikasi di lingkungan perguruan tinggi.
“Kami menyambut baik kunjungan dari LSP IIB Darmajaya. Forum seperti ini penting untuk saling bertukar pengalaman dan berdiskusi mengenai bagaimana LSP dikelola serta menjalankan prosedur sertifikasi di perguruan tinggi,” ujar Eko.
Sementara itu, Kepala UPT Bahasa dan Pelatihan IIB Darmajaya, Cahyani Pratisti, mengatakan pengalaman LSP Polinela menjadi salah satu referensi bagi pihaknya dalam melakukan penguatan kelembagaan.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan bertukar pengalaman, khususnya mengenai kepengurusan dan prosedural LSP di lingkungan perguruan tinggi. Kami berharap hasil studi banding ini dapat menjadi masukan dalam penguatan tata kelola LSP IIB Darmajaya,” katanya.
Menurut Cahyani, komunikasi dan kolaborasi antarlembaga sertifikasi profesi perlu terus dibangun. Pertukaran pengalaman dinilai dapat memberikan perspektif baru dalam pengembangan kelembagaan sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan sertifikasi profesi.
Kunjungan tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih erat antara LSP Polinela dan LSP IIB Darmajaya, khususnya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengelolaan serta penyelenggaraan sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi. (Rls)
- Penulis: Redaksi





