Kuliah Gratis Bukan Mimpi, Unila Buka Jalur Khusus Mahasiswa Kurang Mampu Tanpa Bayar UKT dan IPI
- account_circle Redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Foto istimewa
PERISAILAMPUNG.COM – UNIVERSITAS Lampung (Unila) kembali membuka peluang lebih luas bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui jalur Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP).
Melalui skema ini, peserta yang dinyatakan lolos dibebaskan sepenuhnya dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Kebijakan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pengumuman hasil Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) di Ruang Sidang Utama Rektorat Unila, Rabu (15/7/2026).
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila, Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, mengatakan PMPAP merupakan komitmen Unila menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif bagi masyarakat Lampung, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Melalui jalur PMPAP, mahasiswa yang diterima tidak dikenakan biaya UKT maupun IPI. Semua biaya tersebut kami gratiskan sebagai bentuk kepedulian Unila terhadap masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Tahun ini, Unila menyediakan kuota sebanyak 115 kursi untuk jalur PMPAP. Jumlah tersebut diperebutkan oleh lebih dari 700 pendaftar yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Menurut Suripto, jalur ini dirancang agar kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh daerah di Lampung.
“Harapannya, pendidikan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup, harkat, dan kesejahteraan keluarga para mahasiswa di masa depan,” katanya.
Selain program PMPAP, Unila juga terus memperluas akses pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Hingga saat ini, sebanyak 1.654 mahasiswa telah diterima sebagai penerima KIP Kuliah, termasuk tambahan empat mahasiswa dari jalur mandiri.
Unila juga mengusulkan kembali sejumlah calon penerima KIP Kuliah yang mengalami perubahan data desil ekonomi agar dapat dipertimbangkan pemerintah pusat. Di sisi lain, kampus turut menggandeng sejumlah bank mitra untuk membantu pembiayaan mahasiswa yang membutuhkan.
Sementara itu, jumlah calon mahasiswa yang telah melakukan registrasi melalui berbagai jalur penerimaan, mulai dari SNBP, SNBT, afirmasi Papua hingga jalur lainnya, telah mencapai 7.532 orang. Angka tersebut diperkirakan masih bertambah seiring berlangsungnya proses registrasi peserta yang lolos Simanila.
Usai pengumuman hasil seleksi dan masa sanggah berakhir, calon mahasiswa diwajibkan mengikuti tahapan daftar ulang dengan mengisi data ekonomi melalui aplikasi Sidakma. Data tersebut menjadi dasar penetapan besaran UKT.
Bagi calon mahasiswa yang merasa besaran UKT belum sesuai dengan kondisi ekonominya, Unila tetap membuka mekanisme pengajuan banding sebelum penetapan UKT dilakukan secara final. Setelah seluruh proses administrasi selesai, mahasiswa akan menjalani registrasi akhir untuk memperoleh Nomor Pokok Mahasiswa (NPM). (**)
- Penulis: Redaksi







