Jemput Bola hingga Sembilan Dusun, Karantina Lampung Vaksinasi 149 Hewan Cegah Rabies
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — MENYUSURI jalan-jalan desa hingga mendatangi rumah warga di sembilan dusun menjadi cara Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung mendekatkan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat. Melalui pendekatan jemput bola, sebanyak 149 ekor anjing dan kucing di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mendapatkan vaksinasi rabies gratis, Sabtu (3/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan penularan rabies di tengah masyarakat. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, terdapat 493 kasus gigitan hewan penular rabies sepanjang Januari hingga Desember 2025. Kondisi tersebut mendorong penguatan upaya pencegahan melalui vaksinasi hewan dan edukasi langsung kepada pemiliknya.
Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan ini tidak hanya berfokus pada penyuntikan vaksin, tetapi juga memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai bahaya rabies serta pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan.
Dengan mendatangi rumah-rumah warga, petugas menyisir sembilan dusun untuk memastikan layanan vaksinasi dapat menjangkau lebih banyak hewan peliharaan. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 81 ekor anjing dan 68 ekor kucing berhasil divaksinasi.
Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan pendekatan jemput bola merupakan salah satu strategi untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) sekaligus memeriahkan Hari Karantina Indonesia ke-149.
Menurut Donni, pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, petugas kesehatan hewan hingga masyarakat, khususnya pemilik hewan peliharaan. Upaya pencegahan tidak akan berjalan optimal tanpa kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kita harus bersama-sama membantu Pemerintah Provinsi Lampung memberantas rabies. Pemerintah, petugas, dan masyarakat wajib bergotong royong melakukan upaya pencegahan ini,” tegasnya.
Donni menjelaskan, kegiatan vaksinasi kali ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang lebih banyak dipusatkan di Bandar Lampung. Dengan menyasar langsung permukiman warga di Lampung Selatan, pihaknya berharap pelayanan kesehatan hewan dapat diakses lebih mudah, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih terhadap potensi penularan rabies.
“Selama ini kegiatan fokus di Bandar Lampung, tetapi kali ini kami membawa pendekatan berbeda dengan mendatangi rumah warga secara langsung (door to door). Mengingat potensi kasus di Lampung Selatan cukup tinggi, kami ingin mendekatkan pelayanan kesehatan hewan ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Ketua PDHI Cabang Lampung, Anwar Fuadi, menegaskan vaksinasi merupakan langkah penting untuk membangun kekebalan hewan sekaligus memutus rantai penularan rabies. Namun, upaya tersebut harus diikuti dengan tanggung jawab pemilik dalam menjaga kesehatan, memberikan vaksinasi secara rutin, serta mengawasi aktivitas hewan peliharaan.
“Masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi bukan sekadar agenda seremoni hari ini. Hewan peliharaan wajib dijaga kesehatannya dan mendapat vaksinasi secara rutin,” kata Anwar.
Melalui kegiatan ini, Karantina Lampung mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan dan tidak mengabaikan risiko rabies. Pemilik hewan diimbau rutin memeriksakan kesehatan peliharaannya serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala yang tidak biasa atau terjadi insiden gigitan.
Donni berharap kegiatan jemput bola tersebut tidak berhenti sebagai aksi sesaat, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam mencegah penyebaran rabies. Menurutnya, keberhasilan pengendalian rabies tidak hanya diukur dari jumlah hewan yang divaksinasi, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan hewan dan lingkungan.
“Target kami bukan hanya memvaksinasi 149 hewan pada hari ini, melainkan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Jika masyarakat dan pemerintah bergerak beriringan, pencegahan rabies di Lampung akan jauh lebih kuat,” pungkasnya. (Rls)
- Penulis: Redaksi




