Mutu Teh Pagar Alam Diakui, PTPN 1 (Persero) Regional 7 Raih 5 Penghargaan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — TEH Pagar Alam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. PTPN I (Persero) Regional 7 meraih lima penghargaan dalam 4th National Tea Competition Indonesia 2026 yang digelar Asosiasi Teh Indonesia (ATI).
Lima penghargaan tersebut seluruhnya diraih pada kategori Teh Hitam CTC, yakni Juara 1 CTC PD, Juara 2 CTC PF 1, Juara 2 CTC D 1, Juara 2 CTC Fanning, serta Juara 3 CTC BP 1.
Pengumuman dan penyerahan penghargaan berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Sebelumnya, kompetisi berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Bandung dan diikuti 32 perusahaan produsen teh dengan 74 sampel dari berbagai daerah di Indonesia.
Region Head PTPN I (Persero) Regional 7 Iyan Heryanto mengatakan, capaian tersebut merupakan apresiasi terhadap konsistensi seluruh insan perkebunan dalam menjaga kualitas teh Pagar Alam.
“Lima penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja dan konsistensi seluruh tim dalam menjaga kualitas teh Pagar Alam. Bagi kami, penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu dan konsistensi produk,” ujar Iyan.
Menurutnya, kualitas teh tidak hanya ditentukan pada tahap akhir produksi, tetapi dibangun melalui seluruh rangkaian proses, mulai dari pengelolaan tanaman, pemetikan, pengolahan hingga pengendalian mutu di pabrik.
“Yang kami jaga bukan hanya bagaimana memenangkan kompetisi, tetapi bagaimana standar kualitas itu menjadi bagian dari proses kerja sehari-hari. Dengan begitu, kualitas teh Pagar Alam dapat terjaga secara konsisten,” katanya.
Iyan menambahkan, prestasi tersebut menjadi momentum untuk memperluas pengenalan teh Pagar Alam sekaligus meningkatkan daya saing produk. PTPN I Regional 7 akan terus mendorong peningkatan mutu, efisiensi pengolahan, serta pengembangan produk agar memiliki peluang lebih besar di pasar nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Teh Indonesia Dede Kusdiman mengatakan, peningkatan mutu menjadi salah satu kunci untuk memperkuat pangsa pasar teh Indonesia di dunia. Industri teh nasional, kata dia, perlu terus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing dengan produk dari berbagai negara.
“Untuk memperkuat pangsa pasar teh Indonesia di dunia, peningkatan mutu harus terus dilakukan agar produk teh Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain,” ujar Dede.
4th National Tea Competition Indonesia 2026 digelar untuk menemukan produk teh Indonesia bermutu, meningkatkan citra teh nasional, sekaligus memberikan apresiasi kepada produsen yang menghasilkan produk berkualitas.
Kompetisi tersebut melibatkan juri yang memiliki kompetensi dan sertifikasi internasional, di antaranya Prof. Lie Tjie Kiong dari Singapura. Kehadiran juri berpengalaman internasional menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas dan kredibilitas penilaian.
Di sisi lain, industri teh nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain tekanan harga dan kondisi cuaca. Direktur PT Agriwangi Sentosa Rachman Priyono mengatakan, kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino turut memengaruhi produksi teh secara keseluruhan.
Bagi PTPN I Regional 7, lima penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tradisi mutu di perkebunan teh Pagar Alam sekaligus mendorong pengembangan produk perkebunan yang bernilai tambah dan memiliki daya saing lebih luas. (Rls)
- Penulis: Redaksi





