Pemprov Lampung dan OJK Perkuat Pemberdayaan Perempuan Desa, Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – PEMERINTAH Provinsi Lampung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung memperkuat pemberdayaan perempuan desa melalui program Gerakan Bersama (GEMA) Perempuan Desaku Maju.
Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha produktif, serta memperluas akses keuangan dan pasar guna mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Kolaborasi Strategis Gerakan Pemberdayaan Perempuan dalam Program Desaku Maju yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Selasa (20/10/2026).
Program GEMA Perempuan Desaku Maju dirancang untuk menjadikan perempuan desa sebagai penggerak ekonomi keluarga melalui peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, literasi keuangan, pemanfaatan transaksi digital, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemberian pinjaman, tetapi juga mempersiapkan perempuan agar memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menjalankan usaha produktif.
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy menjelaskan, program tersebut mengintegrasikan berbagai bentuk pendampingan dan intervensi untuk membangun kemandirian ekonomi perempuan. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah provinsi, perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota dan desa, industri jasa keuangan, serta mitra terkait.
“Melalui program ini, kita ingin menyatukan berbagai langkah yang ada. Kita tidak ingin perempuan di desa hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bagaimana mendorong mereka menjadi subjek atau penggerak utama ekonomi,” ujar Otto.
Salah satu sasaran program adalah masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya rumah tangga pada desil 1 hingga desil 4. Menurut Otto, akses pembiayaan perlu disertai peningkatan keterampilan dan pendampingan usaha agar dana yang diterima dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
Untuk mendukung pelaksanaannya, program akan memanfaatkan jaringan kelompok perempuan yang telah memiliki usaha, termasuk kelompok binaan PNM Mekaar, sebagai ruang belajar dan pendampingan. Perempuan yang belum memiliki usaha dapat mengenali peluang dan belajar dari pelaku usaha yang sudah berjalan tanpa harus langsung menjadi penerima pembiayaan.
Pada 2026, GEMA Perempuan Desaku Maju direncanakan menjadi program percontohan di lima desa. Selanjutnya, program akan direplikasi secara bertahap selama periode 2026–2030.
Penentuan lokasi prioritas turut mempertimbangkan data Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD), terutama wilayah yang masih membutuhkan penguatan akses keuangan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik kolaborasi Pemprov Lampung dan OJK tersebut.
Ia menilai pemberdayaan perempuan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sumber pendapatan yang lebih beragam.
“Kesejahteraan keluarga menjadi lebih meningkat karena pendapatannya tidak lagi bergantung hanya kepada kepala keluarga. Ketika perempuannya punya pendapatan dan anak mudanya di rumah juga punya penghasilan, ketahanan ekonomi keluarga di desa akan menjadi jauh lebih kuat,” ujar Gubernur Mirza.
Menurutnya, peningkatan produktivitas sumber daya manusia menjadi kunci memperkuat ekonomi desa. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu terhubung dengan pelatihan vokasi, pengembangan keterampilan, serta pendampingan usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kunci utama mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah dengan mendorong sumber daya manusia kita agar lebih produktif di segala sektor. Karena itu, intervensi melalui pelatihan vokasi dan keterampilan menjadi sangat krusial,” katanya.
Gubernur Mirza menegaskan, pelaksanaan GEMA Perempuan Desaku Maju harus terintegrasi dengan berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan di tingkat provinsi maupun pusat. Penguatan ekonomi keluarga perlu dilakukan melalui ekosistem yang saling melengkapi, mulai dari peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha hingga perluasan akses pembiayaan dan pasar.
Dalam skema tersebut, dukungan kepada kepala keluarga diperkuat melalui program sektor pertanian, seperti bantuan pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pupuk organik cair (POC). Sementara itu, generasi muda didorong mengembangkan usaha melalui program Taruna Entrepreneur dan perempuan diberdayakan melalui GEMA Perempuan Desaku Maju.
Pemprov Lampung juga mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal, penguatan kelompok usaha melalui PKK, serta optimalisasi produksi pangan, seperti cabai, untuk mendukung ketersediaan pasokan dan membantu menjaga stabilitas harga.
Pengembangan GEMA Perempuan Desaku Maju turut diselaraskan dengan program Pemprov Lampung, seperti Desaku Maju, Desa Tapis, Desa Ekspor dari Pekon, serta desa wisata budaya dan alam. Melalui pemanfaatan potensi masing-masing wilayah, perempuan desa diharapkan mampu mengembangkan usaha yang memiliki akses pasar dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga maupun masyarakat setempat.
“Ini adalah solusi terintegrasi yang menggabungkan program provinsi dan pemerintah pusat. Fokus utama kita adalah meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pemberdayaan yang sesuai dengan potensi lokal, sehingga perempuan dan keluarga di desa memiliki keterampilan, mampu mengembangkan usaha, serta memperoleh pendapatan yang lebih baik,” tegas Gubernur Mirza.
Melalui kolaborasi strategis ini, Pemprov Lampung dan OJK diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pelatihan, pendampingan usaha, literasi keuangan, pembiayaan, dan akses pasar. Dengan demikian, pemberdayaan perempuan desa tidak berhenti pada peningkatan akses keuangan, tetapi berlanjut pada tumbuhnya usaha produktif dan meningkatnya pendapatan serta ketahanan ekonomi keluarga. (Rls)
- Penulis: Redaksi



