Saat Perpustakaan Bertransformasi Menjadi Ruang Edukasi dan Rekreasi Keluarga
- account_circle Redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — SEMANGAT membangun budaya literasi kembali digaungkan melalui Festival Literasi Provinsi Lampung 2026. Mengusung tema “Semangat Literasi Membangun Rakyat Lampung Maju”, kegiatan yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Pengukuhan Bunda Literasi ini dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).
Festival ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat budaya literasi melalui kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM).
Dalam sambutannya, Jihan Nurlela yang juga menjabat sebagai Duta Baca Provinsi Lampung menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai tanpa sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, komunitas, serta berbagai mitra merupakan modal utama dalam membangun ekosistem literasi yang kuat.
“Ini membuktikan sekali lagi bahwa modal utama dalam membangun Lampung adalah kolaborasi dan sinergi,” ujar Jihan.
Ia menilai Festival Literasi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang bertemu, ruang belajar, ruang berbagi inspirasi, sekaligus ruang untuk menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Meski capaian IPLM dan TGM Provinsi Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional, Jihan menyebut tren peningkatannya terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
Di sisi lain, ia mengingatkan adanya tantangan baru di era digital. Maraknya konsumsi konten video berdurasi pendek dinilai memengaruhi kemampuan anak dalam berkonsentrasi dan menyerap informasi. Karena itu, orang tua, guru, dan Bunda Literasi memiliki peran penting dalam mendampingi anak agar mampu menyaring informasi, membedakan fakta dari hoaks, serta membatasi waktu penggunaan gawai bagi anak di bawah umur.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga meluncurkan buku kumpulan 15 cerita rakyat berjudul “Kisah dari Tanah Lado” sebagai upaya melestarikan warisan budaya, menjaga memori sejarah, dan memperkuat identitas daerah bagi generasi muda.
Jihan turut menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota untuk membenahi administrasi penilaian IPLM dan TGM agar mampu menggambarkan kondisi literasi daerah secara lebih akurat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung yang juga Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa Festival Literasi 2026 merupakan langkah nyata mentransformasi perpustakaan menjadi ruang publik yang lebih hidup.
Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi berkembang sebagai destinasi edukasi sekaligus rekreasi keluarga yang nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari peluncuran buku, edukasi keuangan, bazar dan pameran, berbagai perlombaan, kelas pelatihan, hingga aksi sosial.
Purnama Wulan Sari Mirza juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival. Ia menilai keberhasilan kegiatan tersebut merupakan buah kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang semakin kuat di Provinsi Lampung. (Rls)
- Penulis: Redaksi






