Saat Bahasa Menjadi Jembatan, Gubernur Lampung Dukung Pelatihan Bahasa Jerman
- account_circle Redaksi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — PEMERINTAH Provinsi Lampung terus memperkuat investasi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kemajuan daerah. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui dukungan terhadap program pelatihan bahasa Jerman bagi generasi muda Lampung sebagai bekal memasuki pasar kerja internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menerima audiensi jajaran Sieger Lingua International bersama Santri Entrepreneur Indonesia di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Rabu (29/7/2026). Pertemuan itu membahas strategi percepatan pengembangan SDM sekaligus penyiapan tenaga kerja terampil asal Lampung untuk menembus pasar kerja global, khususnya di Jerman.
Audiensi dihadiri Pimpinan Sieger Lingua International Mofaje S. Caropeboka, Pimpinan Santri Entrepreneur Indonesia Tri Joko Margono, serta 20 peserta penerima beasiswa pelatihan bahasa Jerman.
Dalam arahannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi terutama oleh kualitas manusianya.
“Rumus peradaban dari dahulu hingga sekarang tetap sama, yaitu perbaikan SDM. Meskipun daerah memiliki potensi kekayaan alam yang besar, tanpa SDM yang berkualitas, potensi tersebut tidak akan memberikan kesejahteraan yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur menjelaskan, setiap tahun puluhan ribu lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi di Lampung memasuki dunia kerja. Sementara itu, kemampuan investasi dalam negeri untuk menyerap tenaga kerja baru masih memiliki keterbatasan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan Program Migran Vokasi sebagai solusi membuka peluang kerja di sektor formal luar negeri. Program tersebut menargetkan pengiriman hingga 15.000 tenaga kerja terampil setiap tahun dalam lima tahun mendatang.
“Kita ingin mengubah paradigma pengiriman pekerja migran. Pemerintah Provinsi Lampung fokus pada pengiriman tenaga kerja formal berketerampilan (skilled labor), seperti tenaga kesehatan dan teknisi, bukan lagi sektor informal. Kendala utama sektor formal adalah penguasaan bahasa dan mentalitas. Di sinilah peran penting kolaborasi bersama lembaga pelatihan seperti Sieger Lingua dan Santri Entrepreneur,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana pelatihan bahasa Jerman, sekaligus mendorong kerja sama dengan akademi keperawatan dan perguruan tinggi agar mahasiswa tingkat akhir dapat memperoleh pembekalan bahasa dan keterampilan secara paralel sebelum memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Sieger Lingua International bersama Santri Entrepreneur Indonesia menjelaskan bahwa program beasiswa yang mereka jalankan tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jerman hingga level B1, tetapi juga menyediakan fasilitas asrama gratis serta pembinaan karakter, nilai-nilai keagamaan, dan kewirausahaan.
Melalui pendekatan tersebut, para calon pekerja migran Indonesia asal Lampung diharapkan memiliki ketangguhan mental, integritas, serta jiwa wirausaha sehingga mampu membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan modal usaha setelah menyelesaikan masa kerja di luar negeri.
Dalam kesempatan itu, pihak penyelenggara juga mengajukan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk penambahan tenaga pengajar bahasa Jerman agar kapasitas program dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak peserta.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, lembaga pelatihan vokasi, dan mitra internasional, diharapkan semakin banyak generasi muda Lampung yang mampu bersaing di pasar kerja global sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah. (Rls)
- Penulis: Redaksi






