Pemprov Lampung Perkuat Wirausaha Muda Desa, Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal
- account_circle Redaksi
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — PEMERINTAH Provinsi Lampung terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan wirausaha muda dan hilirisasi komoditas lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Siger Tarunapreneur yang diluncurkan bersamaan dengan kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Gedung Pusiban, Kamis (3/9/2026).
Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Karang Taruna Provinsi Lampung. Program tersebut diarahkan untuk mencetak wirausaha muda perdesaan yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.
Membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung, Marindo mengatakan bahwa kekuatan Provinsi Lampung tidak hanya terletak pada kesuburan tanah dan beragam komoditas unggulan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di perdesaan.
“Hari ini kita sedang menanam sebuah harapan. Harapan bahwa anak-anak muda di desa tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan ekonomi, tetapi juga menjadi pelaku utama yang menciptakan usaha, membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan potensi daerah, dan membangun masa depan desanya sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, Program Siger Tarunapreneur sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal sejak dari tingkat desa.
“Kita harus mendorong pemuda desa untuk menciptakan nilai tambah. Kopi jangan hanya dijual sebagai biji, kakao jangan hanya dijual sebagai bahan baku, singkong jangan hanya dijual sebagai hasil panen. Potensi desa harus diolah, dikemas, diberi merek, dipasarkan, dan kalau memungkinkan menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Marindo menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tersebut tidak boleh hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan para pemuda.
“Ukuran keberhasilan program ini bukan berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, bukan berapa banyak sertifikat yang dibagikan, tetapi berapa banyak pemuda yang benar-benar naik kelas. Berapa banyak usaha baru yang lahir dan berapa banyak usaha yang mampu bertahan dan berkembang,” tegasnya.
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengatakan Program Siger Tarunapreneur merupakan langkah konkret Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama industri perbankan dan pasar modal untuk memberikan pendampingan kepada pemuda desa secara berkelanjutan hingga mampu menjadi pelaku usaha yang bankable dan scalable.
“Program ini berfokus menjadikan Karang Taruna di seluruh Provinsi Lampung sebagai wadah pemberdayaan dan penciptaan entrepreneur muda di desa melalui literasi keuangan, pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi, dan akses pasar,” jelas Otto.
Ia menambahkan, program tersebut mengusung tema “Karang Taruna Desa Berdaya, Entrepreneur Muda Berkarya”. Selain mendorong kemandirian ekonomi, program ini juga diharapkan meningkatkan pemahaman pemuda terhadap industri jasa keuangan formal serta membentengi masyarakat dari bahaya pinjaman online ilegal dan judi online.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyatakan komitmen organisasinya untuk mendukung program tersebut hingga tingkat pekon dan desa. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di perdesaan.
“Pemuda desa tidak boleh lagi terisolasi dari akses ekonomi modern. Karang Taruna siap menjadi agen perubahan, jembatan edukasi keuangan, dan wadah inkubasi usaha desa demi mewujudkan Desa Maju dan Lampung Sejahtera,” ujar Wahrul.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) dengan Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung mengenai integrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai kartu ATM serta penetapan pemuda Karang Taruna sebagai agen Laku Pandai.
Selain itu, dilakukan penandatanganan MoU antara Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung dengan Karang Taruna Provinsi Lampung terkait penguatan literasi pasar modal.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan rekening investasi saham BEI secara simbolis oleh Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, didampingi Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy dan Ketua Karang Taruna Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, kepada perwakilan pemuda perdesaan. (Rls)
- Penulis: Redaksi





