Dekranasda Dorong Fesyen Berbasis Wastra Perkuat UMKM Lampung
- account_circle Redaksi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — KETUA Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mendukung pengembangan industri fesyen berbasis wastra Lampung sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM daerah.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Lampung di Ruang Rapat Dekranasda Provinsi Lampung, Rabu (16/9/2026). Pertemuan tersebut membahas persiapan penyelenggaraan Lampung Fashion Tendance yang dijadwalkan berlangsung di Radisson Hotel Lampung.
Rombongan APPMI Lampung dipimpin Ketua APPMI Lampung, Ida Giriz. Dalam pertemuan tersebut, APPMI memaparkan konsep Lampung Fashion Tendance yang tidak hanya diarahkan sebagai ajang peragaan busana, tetapi juga sebagai ruang membangun ekosistem fesyen dengan menghubungkan pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan fesyen berbasis wastra, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya dan budaya lokal, membuka ruang kolaborasi, serta memberikan panggung bagi desainer muda Lampung. Pengembangannya juga mencakup penguatan mata rantai industri, mulai dari desainer, pelaku usaha, pengrajin wastra hingga sektor pendukung lainnya.
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menyambut baik rencana tersebut. Ia mengapresiasi para desainer Lampung yang konsisten menghasilkan karya dengan karakter dan ciri khas masing-masing, sekaligus mengangkat kearifan lokal melalui pemanfaatan wastra Lampung.
“Alhamdulillah hari ini Batin bisa langsung tatap muka dengan desainer-desainer Lampung yang karya-karyanya sudah dikenal dan memiliki warna serta ciri khas tersendiri. Dengan kecintaan rekan-rekan desainer terhadap wastra kita, ini merupakan sumber daya yang tidak ternilai,” ujarnya.
Menurutnya, tapis sebagai salah satu wastra Lampung tidak hanya memiliki nilai sebagai identitas budaya, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan memiliki nilai ekonomi. Karena itu, pengembangan fesyen berbasis wastra perlu terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, khususnya oleh UMKM dan para pengrajin lokal.
“Yang paling konkret dari kegiatan ini adalah bagaimana output-nya turut mendongkrak dan mendukung UMKM. Artinya, ini mesti kita kedepankan, merangkul dengan segmentasi yang berbeda-beda yang harus kita hargai,” katanya.
Batin Wulan berharap kolaborasi antara Dekranasda dan APPMI terus diperkuat. Menurutnya, pengembangan fesyen Lampung tidak cukup berhenti pada penyelenggaraan peragaan busana, tetapi harus mampu membuka peluang pasar, memperluas kolaborasi, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini kita persembahkan untuk Lampung kita tercinta, untuk kita terus mengedepankan identitas kita sebagai orang Lampung yang ada di Bumi Lampung ini,” pungkasnya. (Rls)
- Penulis: Redaksi





