Kampus Didorong Jadi Motor Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — PEMERINTAH Provinsi Lampung menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mempercepat hilirisasi komoditas unggulan serta mencetak sumber daya manusia (SDM) yang inovatif dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat memberikan kuliah umum pada kegiatan Harmoni Akademik Nagamandala untuk Anak Tunggal Negeri (HANUANG) 2026 bertema Pembekalan Wawasan Kebangsaan di Universitas Indonesia Mandiri, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (17/9/2026).
Dalam paparannya, Gubernur menyoroti belum optimalnya pemanfaatan produk turunan dari komoditas utama Lampung, seperti padi, jagung, singkong, dan gaplek. Menurutnya, sebagian besar komoditas tersebut masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah atau olahan primer karena keterbatasan tenaga ahli di sektor industri pengolahan.
Ia menjelaskan bahwa padi tidak hanya dapat diolah menjadi beras, tetapi juga menjadi tepung beras, rice bran oil, hingga berbagai produk pangan lainnya. Begitu pula jagung dan singkong yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bioetanol, biodiesel, bahan baku industri farmasi, serta berbagai produk bernilai tambah lainnya.
Karena itu, perguruan tinggi diharapkan mengambil peran lebih besar melalui penguatan riset, inovasi, dan pencetakan tenaga ahli yang mampu menjawab kebutuhan industri daerah. Menurut Gubernur, pemerintah daerah berperan menyiapkan kebijakan, sementara kampus menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
“Pemda memegang fungsi kebijakan, sementara perguruan tinggi menyalakan mesin inovasi melalui penelitian. Kita harus bekerja sama agar tujuan utama kita tercapai, yaitu masyarakat Lampung yang sejahtera,” ujar Gubernur.
Selain membahas penguatan ekonomi berbasis hilirisasi, Gubernur juga memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa. Ia mengajak generasi muda menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, menjaga persatuan, serta mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemajuan daerah dan bangsa.
“Jadikan masa kuliah sebagai masa yang berdampak. Lampung membutuhkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berani hadir menyelesaikan persoalan di daerah,” katanya. (Rls)
- Penulis: Redaksi





