Rektor Unila Tekankan SPMI Jadi Instrumen Utama Bangun Budaya Mutu Berkelanjutan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — REKTOR Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai bagian dari tata kelola perguruan tinggi yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Rektor saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Strategi Penguatan SPMI dalam Akreditasi Berdasarkan Peraturan Mendiktisaintek Terbaru”, yang digelar Unila pada Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri narasumber Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., serta para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Lampung, jajaran wakil rektor, dekan, Direktur Pascasarjana, Sekretaris SPI, kepala lembaga, tim akreditasi, dan Tim Revisi Dokumen SPMI Unila.
Dalam sambutannya, Prof. Lusmeilia menegaskan bahwa penjaminan mutu perguruan tinggi tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemenuhan dokumen administratif untuk kebutuhan akreditasi. Menurutnya, SPMI harus menjadi bagian dari tata kelola kampus yang memastikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan secara terukur, dievaluasi, dan terus ditingkatkan.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengetahui adanya perubahan regulasi. Yang lebih penting adalah bagaimana regulasi tersebut diterjemahkan ke dalam kebijakan, standar, mekanisme pelaksanaan, evaluasi, dan peningkatan mutu. SPMI harus menjadi instrumen hidup dalam tata kelola sehari-hari, bukan sekadar persiapan menghadapi asesmen akreditasi,” ujar Rektor.
Ia mengatakan, pelaksanaan Bimtek menjadi momentum penting bagi Unila yang saat ini tengah melakukan revisi dan penyempurnaan dokumen SPMI. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem tata kelola internal sekaligus membangun budaya mutu yang berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Ari Purbayanto dalam pemaparannya memberikan perspektif strategis mengenai penyusunan dokumen SPMI yang adaptif dan operasional, sekaligus selaras dengan instrumen akreditasi serta regulasi kementerian terbaru.
Melalui kegiatan tersebut, Unila mendorong penguatan budaya mutu tidak hanya di lingkungan internal kampus, tetapi juga di kalangan perguruan tinggi di Lampung. Upaya ini diharapkan mendukung terwujudnya tata kelola pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. (Rls)
- Penulis: Redaksi




