Imam Ghozali Dilantik Jadi Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan SDM
- account_circle Redaksi
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – IMAM Ghozali resmi dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM). Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (9/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Marindo juga mengambil sumpah janji dua pejabat fungsional, yakni Wulan Suci Mokobombang sebagai Psikolog Klinis Ahli Pertama pada Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung dan Jefri Sofian Leksana sebagai Dokter Ahli Pertama pada Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada.
Dalam sambutannya, Marindo menegaskan bahwa jabatan Staf Ahli Gubernur memiliki peran strategis dalam memberikan masukan dan telaahan kepada pimpinan, khususnya dalam merumuskan kebijakan di bidang kemasyarakatan dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kebijakan yang solutif, objektif, dan konstruktif, serta mampu menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, pejabat yang dilantik diharapkan dapat menjalankan tugas dengan memahami kebutuhan masyarakat dan mengutamakan kepentingan publik.
Marindo juga menyoroti bonus demografi yang menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Provinsi Lampung. Besarnya jumlah penduduk usia produktif, kata dia, harus dikelola secara optimal melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas tenaga kerja, perlindungan sosial, serta penguatan karakter generasi muda.
“Ke depan, kita akan menghadapi bonus demografi yang merupakan peluang sekaligus tantangan besar bagi pembangunan daerah. Besarnya jumlah SDM usia produktif harus mampu kita kelola menjadi kekuatan pembangunan,” ujar Marindo.
Ia turut mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pejabat yang baru dilantik dengan seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar kebijakan yang dirumuskan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung.
Marindo berpesan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan. Menurutnya, keberhasilan seorang pejabat tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari karya, keteladanan, dan manfaat yang ditinggalkan.
“Jabatan, pangkat, dan kekuasaan adalah amanah yang memiliki batas waktu. Yang akan menjadi legacy adalah nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai karya, keteladanan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya. (Rls)
- Penulis: Redaksi




