Pergantian Kapolda: Menjaga Lampung Tetap Aman, Mengawal Harapan Pembangunan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta Kapolda Lampung Brigjen Pol. Yustan Alpiani memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan, mengawal program prioritas pembangunan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Gubernur Mirza, stabilitas keamanan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa situasi yang aman dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam acara pisah sambut Kapolda Lampung dari Irjen Pol. Helfi Assegaf kepada Brigjen Pol. Yustan Alpiani di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (16/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan empat hal yang perlu menjadi perhatian Kapolda baru, yakni menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengawal program prioritas daerah, mendukung program pemerintah pusat, serta memperkuat pelayanan publik yang cepat dan akuntabel.
Ia menegaskan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, kepolisian, TNI, dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sangat diperlukan untuk memastikan agenda pembangunan berjalan berkelanjutan. Sinergi tersebut juga dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan infrastruktur hingga penguatan sektor pangan dan hilirisasi komoditas.
Gubernur Mirza menilai Lampung memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa dan wilayah yang terdiri dari 15 kabupaten/kota, potensi pertanian dan perkebunan perlu terus dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Ia juga mengapresiasi dukungan kepolisian terhadap pengembangan sektor pangan selama kepemimpinan Helfi Assegaf. Mirza menyebut, melalui keterlibatan jajaran kepolisian dalam mendorong penanaman dan pembinaan petani, luas lahan jagung di Lampung bertambah hampir 70.000 hektare. Kondisi tersebut turut mendorong posisi Lampung naik dari peringkat kelima menjadi peringkat ketiga produsen jagung nasional.
“Ini yang luar biasa. Pengalaman beliau bisa dipakai di Provinsi Lampung dan memang benar-benar sangat dibutuhkan Lampung saat ini,” ujar Mirza.
Selain sektor pangan, Gubernur Mirza menyoroti persoalan infrastruktur jalan yang masih menjadi tantangan pembangunan di Lampung. Ia menyebut jaringan jalan provinsi sepanjang sekitar 1.700 kilometer memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan konektivitas antardaerah. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas pemerintahan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur tersebut.
Gubernur Mirza turut mengapresiasi kinerja Helfi Assegaf selama memimpin Polda Lampung. Menurutnya, koordinasi yang terbangun selama sekitar satu tahun terakhir turut menjaga situasi keamanan tetap kondusif dan mendukung penyelesaian sejumlah persoalan hukum.
Ia juga menyinggung penanganan persoalan pertambangan emas dan konflik pertanahan. Sebanyak 47 perkara pertanahan menjadi perhatian kepolisian, termasuk kasus-kasus lama yang membutuhkan penanganan serius karena berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.
Atas berbagai upaya tersebut, Gubernur Mirza mengapresiasi penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden yang diraih Polda Lampung serta apresiasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait pelayanan publik. Ia berharap capaian dan inovasi yang telah dibangun dapat dipertahankan dan ditingkatkan di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru.
Sementara itu, Helfi Assegaf menyampaikan bahwa stabilitas keamanan selama masa tugasnya merupakan hasil kerja sama kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut, terutama dalam menyelesaikan persoalan konflik lahan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Lampung.
Helfi juga menyebut penyelesaian perkara pertanahan yang sebelumnya dibahas dalam rapat dengar pendapat telah mencapai sekitar 50 persen, meningkat dari sekitar 45 persen saat rapat tersebut berlangsung. Ia berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat penyelesaian perkara yang masih tersisa.
Kapolda Lampung yang baru, Yustan Alpiani, menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman secara optimal serta humanis kepada masyarakat. Ia juga berencana menyediakan nomor telepon khusus yang dikelola staf untuk menampung keluhan warga sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepolisian dengan kebutuhan masyarakat.
Yustan mengatakan, kepolisian akan menindaklanjuti berbagai tantangan keamanan, termasuk tindak pidana konvensional, kejahatan ekonomi, peredaran gelap narkoba, dan konflik sosial agraria. Ia meminta dukungan Forkopimda dan masyarakat agar semangat “Polisi Bersama Masyarakat” diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Gubernur Mirza berharap pergantian kepemimpinan di Polda Lampung menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan mempercepat pembangunan daerah.
Dengan situasi yang kondusif, penegakan hukum yang konsisten, serta pelayanan publik yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat melalui kelancaran aktivitas ekonomi, perlindungan hukum yang lebih kuat, dan peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan. (Rls)
- Penulis: Redaksi



