Ribuan Tapioka di Ekspor ke Tiongkok, Pelindo Regional 2 Panjang Dukung Kelancaran Logistik
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Pelepasan ekspor perdana tapioka ke Tiongkok. Foto : Ist
PERISAILAMPUNG.COM – PELINDO Regional 2 Panjang kembali mencatatkan tonggak penting dalam mendukung pertumbuhan ekspor daerah melalui pelepasan ekspor perdana tepung tapioka ke Tiongkok, Selasa (5/5/2026).
Ekspor ini menjadi bagian dari penguatan hilirisasi komoditas unggulan Provinsi Lampung. Singkong sebagai bahan baku utama tepung tapioka terus menunjukkan daya saing tinggi dan telah menembus pasar internasional, tidak hanya ke Tiongkok tetapi juga ke sejumlah negara di Asia dan kawasan lainnya yang tengah dijajaki melalui kerja sama perdagangan.
Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka dengan nilai sekitar Rp26 miliar diberangkatkan melalui Pelabuhan Panjang. Ekspor ini dilakukan oleh perusahaan mitra, CV Intan Group.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Helfi Assegaf, serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung. Turut hadir pula perwakilan instansi maritim dan kepelabuhanan, antara lain Balai Karantina, KSOP Kelas I Panjang, Bea Cukai Kanwil Sumbagbar, serta asosiasi maritim di lingkungan pelabuhan.
CEO Intan Group, Jeremy Gozal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam merealisasikan ekspor perdana tersebut.
“Ekspor ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pasar internasional, khususnya ke Tiongkok. Kami optimistis tepung tapioka asal Lampung mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, menegaskan komitmen dalam menjaga kualitas dan keamanan komoditas ekspor.
“Kami memastikan seluruh proses karantina telah memenuhi standar dan persyaratan negara tujuan, sehingga produk yang diekspor aman, sehat, dan memiliki daya saing tinggi,” jelasnya.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut ekspor ini sebagai bukti nyata kekuatan komoditas unggulan daerah dalam menembus pasar global.
“Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong kemudahan serta dukungan bagi pelaku usaha agar ekspor semakin meningkat,” ungkapnya.
General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kelancaran arus logistik dan aktivitas ekspor.
“Sebagai pengelola pelabuhan, Pelindo berkomitmen memberikan layanan terbaik guna memastikan kelancaran proses ekspor. Sinergi antar-stakeholder menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor logistik,” ujarnya.
Kegiatan pelepasan ekspor ini ditandai dengan penyerahan simbolis Sertifikat Phytosanitari dan Nota Pelayanan Ekspor (NPE), serta prosesi “pecah kendi” oleh Gubernur Lampung bersama para tamu undangan.
Ekspor perdana ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperluas pasar komoditas Lampung, khususnya tepung tapioka, sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Panjang sebagai gerbang logistik utama di wilayah Sumatera bagian selatan.
- Penulis: Redaksi