Dibalik Kegiatan KKDN dan Strategi Hadapi Ancaman Multidimensi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Foto : Dok Adpim
PERISAILAMPUNG.COM — GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada jajaran Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia beserta mahasiswa Fakultas Strategi Pertahanan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Tahun Akademik 2025–2026 di Provinsi Lampung.
Apresiasi tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan saat menghadiri pembukaan kegiatan KKDN di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan KKDN tahun ini mengusung tema “Strategi Pertahanan Negara di Wilayah Provinsi Lampung dalam Menghadapi Ancaman Multidimensi.”
Dalam sambutannya, Marindo berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik semata, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pembangunan daerah, tantangan strategis, hingga potensi pertahanan yang dimiliki Provinsi Lampung.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi global dan nasional saat ini yang diwarnai berbagai ancaman multidimensi.
“Ancaman terhadap sebuah negara saat ini tidak lagi hanya berbentuk agresi militer konvensional. Tantangan yang kita hadapi jauh lebih kompleks dan berlapis,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan, Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang menghubungkan mobilitas manusia, logistik, dan distribusi barang antara Pulau Jawa dan Sumatera.
Namun, posisi strategis tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari pengawasan jalur distribusi, keamanan perairan, pengendalian lalu lintas barang ilegal, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Marindo menegaskan bahwa pertahanan negara yang kuat harus didukung ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, infrastruktur yang andal, serta sumber daya manusia yang unggul.
“Kami ingin menyiapkan generasi muda Lampung yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menghadapi perubahan teknologi, transformasi industri, dan tantangan global di masa depan,” lanjutnya.
Kepada para mahasiswa Unhan RI, Marindo berharap kegiatan KKDN dapat menjadi sarana untuk memahami Provinsi Lampung secara utuh, baik dari sisi geografis, ekonomi, sosial, maupun aspek pertahanan.
“Saya percaya mahasiswa Universitas Pertahanan merupakan calon pemimpin strategis masa depan yang akan berperan penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia di tengah tatanan global yang terus berubah,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia Anton Nugroho mengatakan bahwa KKDN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan yang memungkinkan mahasiswa memahami secara langsung dinamika strategis, tantangan keamanan, serta implementasi kebijakan pertahanan di daerah agar memiliki kemampuan berpikir kritis, strategis, dan adaptif,” ujarnya.
Anton menilai Provinsi Lampung menjadi lokasi yang tepat untuk pembelajaran strategis karena memiliki posisi penting sebagai gerbang Pulau Sumatera, jalur penghubung logistik nasional, sekaligus wilayah strategis dalam perspektif pertahanan dan keamanan nasional.
Selain itu, Lampung juga memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam, maritim, pertanian, dan pariwisata yang menjadi penopang penting perekonomian nasional sehingga membutuhkan dukungan sistem pertahanan dan keamanan wilayah yang kuat.
Melalui kegiatan KKDN tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi penguatan kebijakan pertahanan negara dan pembangunan ketahanan wilayah, khususnya di Provinsi Lampung. (Rls)
- Penulis: Redaksi
