Desaku Maju Jadi Strategi Pemprov Lampung Perkuat Potensi dan SDM Desa
- account_circle Redaksi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — PEMERINTAH Provinsi Lampung mendorong pemerataan pembangunan berbasis desa melalui program “Desaku Maju”. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia, ekonomi, pendidikan, budaya, dan potensi unggulan daerah.
Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat bersama penceramah Ustadz Das’ad Latif di Masjid Bintang Emas Islamic Center Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit, Senin (29/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi perjalanan 35 tahun Kabupaten Lampung Barat yang dinilainya telah menunjukkan berbagai capaian pembangunan. Ia juga menyoroti kekompakan dan kerukunan masyarakat lintas suku dan agama sebagai kekuatan penting dalam membangun daerah.
“Yang berbeda di sini masyarakatnya kompak. Ulamanya, tokoh adat, dunia usaha, anak-anak muda, semua yang di Lampung Barat ini merasa ini adalah daerah mereka. Mereka cinta dengan Lampung Barat, semangat menjaga Lampung Barat, dan memajukan Lampung Barat,” ujar Mirza.
Menurutnya, ketenteraman dan rendahnya angka kriminalitas di Lampung Barat tidak semata-mata dipengaruhi kondisi geografis, tetapi juga mencerminkan kuatnya persatuan dan kepedulian masyarakat serta kepemimpinan daerah dalam mengayomi warga.
Ia mengibaratkan masyarakat Lampung Barat seperti satu tubuh yang saling menjaga. Perbedaan suku dan agama, kata dia, tidak menjadi penghalang untuk membangun rasa kebersamaan.
“Semua suku, semua agama merasa mereka satu. Satu sakit, semua Lampung Barat ikut sakit. Semua satu susah, semua orang ikut susah. Ini yang harus dicontoh dari Kabupaten Lampung Barat untuk semua kabupaten yang ada di Provinsi Lampung,” katanya.
Pembangunan Berbasis Desa
Mirza mengatakan Pemprov Lampung terus mengarahkan kebijakan pembangunan agar manfaatnya dirasakan secara lebih merata hingga tingkat desa. Menurutnya, desa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari perkebunan kopi, hortikultura, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
“Pemerintah Provinsi Lampung ingin bagaimana pembangunan lebih merata, pembangunan itu harus dimulai dari desa. Karena semangat itulah kita buat program namanya Desaku Maju,” jelasnya.
Ia menegaskan, “Desaku Maju” tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Lampung menggulirkan program pendidikan dan keagamaan melalui skema satu desa satu sarjana dan satu desa satu hafiz Al-Qur’an.
“Kami buat program setiap tahun kami mencetak satu desa satu sarjana dan satu desa satu hafiz Qur’an. Jadi ada 2.500 anak muda di desa kita kuliahkan, kemudian ketika lulus kita pulangkan ke desanya,” terangnya.
Selain pendidikan tinggi, program tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak-anak desa untuk menempuh pendidikan keagamaan hingga menjadi hafiz Al-Qur’an sebelum kembali dan berkontribusi di daerah asalnya.
Program tersebut ditargetkan dapat melahirkan 10.000 penghafal Al-Qur’an baru di seluruh Provinsi Lampung dalam lima tahun.
Budaya dan Potensi Lokal
Selain pendidikan dan ekonomi, Mirza menekankan pentingnya menjaga identitas dan akar budaya melalui pengembangan Desa Budaya dan Desa Wisata.
Menurutnya, budaya tidak sebatas seni atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk dalam menghormati orang tua, menjaga hubungan bertetangga, bergotong royong, menjaga lingkungan, serta mendidik generasi muda.
“Budaya ini bukan seni, bukan hanya seremonial, tapi lebih dari itu. Budaya ini adalah cara kita menghormati orang tua, cara kita bertetangga, cara kita bergotong royong, dan cara kita jaga alam, termasuk cara kita ikut mendidik anak,” ujarnya.
Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan nilai “Maju Jejama”, yakni membangun daerah secara bersama-sama tanpa meninggalkan masyarakat maupun akar budaya.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan Pemkab Lampung Barat berkomitmen membawa daerah tersebut menuju kemajuan yang berkeadilan pada momentum HUT ke-35.
Di bidang pendidikan, Pemkab Lampung Barat mempertahankan program bantuan seragam sekolah gratis sebanyak tiga setel per siswa, lengkap dengan perlengkapan buku untuk jenjang SD, SMP, MI, dan MTs.
Parosil juga mengajak orang tua memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan anak sebagai bagian dari upaya menekan angka putus sekolah. Hal tersebut diperkuat dengan sinergi kebijakan Pemprov Lampung terkait penghapusan pungutan komite tingkat SMA serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.
Di sektor infrastruktur, Parosil menyampaikan pembangunan konektivitas terus dilakukan melalui sinergi Pemkab Lampung Barat, Pemprov Lampung, dan pemerintah pusat.
Sejumlah ruas yang menjadi perhatian antara lain Liwa–Way Mengaku–Batas Sumsel, kelanjutan ruas Sukabumi–Suoh, serta alokasi Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk ruas Tugu Soekarno–Ulu Belu senilai lebih dari Rp49 miliar. Selain itu, terdapat rencana penanganan ruas jalan di Pekon Way Petai, Kecamatan Sumber Jaya. (Rls)
- Penulis: Redaksi




