DLH Lampung Dampingi SMA Negeri 1 Ambarawa Menuju Adiwiyata Mandiri
- account_circle Redaksi
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung terus memperkuat pembinaan sekolah berbudaya lingkungan melalui Program Adiwiyata. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan visi Lampung Lestari sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan pembinaan dan pendampingan di SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Senin (19/10/2026). Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Lampung, Wawan Sah, bersama Tim Pembina Adiwiyata Provinsi Lampung, mewakili Kepala DLH Provinsi Lampung Riski Sofian.
Kunjungan tersebut disambut Kepala SMA Negeri 1 Ambarawa, Jahara Siregar, M.Pd., beserta dewan guru dan pengurus Kader Adiwiyata. Pembinaan ini bertujuan memperkuat kesiapan sekolah dalam meningkatkan predikat Adiwiyata, sekaligus mendukung target Pemerintah Provinsi Lampung mencapai 160 Sekolah Adiwiyata hingga 2030.
Wawan Sah mengatakan, Program Adiwiyata bukan sekadar upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman, melainkan juga membangun karakter generasi muda yang memiliki kesadaran serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
“Atas arahan Bapak Gubernur Mirza dan Ibu Wagub Jihan, Adiwiyata adalah investasi karakter. Kita ingin mencetak generasi Lampung yang cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya di hadapan para siswa.
Dalam pembinaan tersebut, Wawan menjelaskan empat aspek utama penilaian Adiwiyata, yakni perencanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), pelaksanaan gerakan, perilaku berbudaya lingkungan, serta publikasi dan kemitraan.
Pada aspek perencanaan, sekolah didorong menyusun program aksi lingkungan yang terintegrasi dengan kurikulum dan didukung anggaran. Sementara dalam pelaksanaannya, kegiatan mencakup konservasi energi dan air, pengelolaan sampah melalui prinsip reduce, reuse, recycle (3R), serta penanaman dan pemeliharaan pohon untuk menjaga keanekaragaman hayati.
Selain itu, perilaku ramah lingkungan harus diterapkan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, tenaga kependidikan hingga pengelola kantin. Sekolah juga diharapkan aktif mempublikasikan kegiatan lingkungan dan menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta dunia usaha.
Wawan menegaskan, seluruh indikator pelaksanaan Adiwiyata harus didokumentasikan dan diunggah melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan demikian, setiap kegiatan dan capaian sekolah dapat tercatat sebagai bagian dari proses penilaian.
Program Adiwiyata diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang bersih, asri, rindang, dan sehat. Lebih dari itu, sekolah juga didorong menjadi pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membangun kebiasaan menghemat energi, mengurangi sampah, dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Dalam kesempatan tersebut, Wawan mengajak para siswa memulai kepedulian lingkungan dari kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari, seperti membawa tumbler dan kotak bekal, memilah sampah, mematikan lampu setelah digunakan, serta menanam dan merawat pohon.
“Menjaga kelestarian lingkungan tidak harus menunggu menjadi pejabat. Mulailah dari hal paling kecil yang ada di tas kalian. Bawa tumbler, kurangi sampah plastik, pilah sampah, dan matikan lampu kelas jika sudah selesai. Tanam satu pohon dan rawat hingga besar,” pesannya.
Ia menambahkan, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh generasi muda akan memberikan dampak besar bagi kelestarian Lampung di masa mendatang.
Kegiatan pembinaan ditutup dengan peninjauan sejumlah fasilitas dan program lingkungan sekolah, di antaranya bank sampah, kebun pembibitan siswa, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal.
SMA Negeri 1 Ambarawa menyatakan kesiapan untuk meningkatkan capaian Program Adiwiyata dan menargetkan kenaikan predikat menuju Adiwiyata Provinsi dan Nasional pada penilaian 2027. (Rls)
- Penulis: Redaksi



