MBG Jadi Motor Ekonomi Desa, Gubernur Mirza Minta Dapur Gizi Serap Produk Lokal
- account_circle Redaksi
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

Dok: Adpim
PERISAILAMPUNG.COM — GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga harus menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan roda ekonomi hingga ke tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 di Ballroom Radisson Lampung Kedaton, Selasa (19/5/2026).
Pelantikan pengurus DPW Gapembi Lampung dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap Gapembi Lampung dapat menjadi organisasi yang aktif serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Amanah ini tentu bukan amanah yang ringan. Tetapi saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kualitas pangan masyarakat, Gapembi Lampung mampu menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan memberi dampak nyata bagi daerah,” ujar Mirza.
Menurutnya, visi program MBG sejalan dengan tugas pokok kepemimpinan, yakni memastikan masyarakat mendapatkan pangan dan rasa aman. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah merancang konsep tersebut sejak lama sebagai solusi untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara kota dan desa.
Mirza juga menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung protein nasional. Namun, rendahnya angka konsumsi protein masyarakat masih menjadi tantangan yang berdampak pada pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Lampung ini produsen protein, tapi angka konsumsi kita rendah. Hal ini berdampak pada pertumbuhan IPM. Program MBG hadir untuk memutus rantai ini dengan memberikan nutrisi tepat sasaran bagi anak-anak agar mereka memiliki daya saing di masa depan,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini telah berdiri sekitar 1.158 dapur MBG di seluruh Provinsi Lampung. Menurutnya, dapur-dapur tersebut harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, UMKM, koperasi, dan pemasok dari desa setempat.
Mirza mencontohkan kondisi di Kabupaten Way Kanan, di mana bahan baku dari desa masih harus dikirim ke kota sebelum kembali lagi ke desa. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidakefisienan dan mengurangi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Dapur-dapur ini harus menjadi alat pemerataan. Jangan sampai dapur di desa mengambil suplai dari kota. Efek ekonominya tidak akan terasa jika tidak ada kerja sama dengan ekosistem desa,” tegasnya.
Gubernur Mirza pun mengajak Gapembi Lampung membangun ekosistem dapur MBG yang mandiri, efisien, dan berbasis potensi lokal agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat desa.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, menegaskan pentingnya peran mitra strategis seperti Gapembi dalam menyukseskan program prioritas nasional tersebut.
Ia menargetkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki minimal 15 pemasok lokal agar distribusi manfaat ekonomi berjalan merata.
“Kita harapkan nantinya setiap SPPG minimal harus mempunyai 15 supplier. Wajib hukumnya. Jangan ada mekanisme ekonomi kapitalis di mana yang kaya semakin kaya,” ujarnya.
Tengku juga menyampaikan bahwa BGN akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberdayakan UMKM, koperasi, dan kelompok tani agar masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama dalam rantai pasok program MBG.
“Semuanya harus naik kelas. Kita ingin mewujudkan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony, menegaskan komitmen organisasinya untuk mengawal program MBG demi meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
Menurutnya, keterlibatan dalam program tersebut bukan semata-mata soal keuntungan bisnis, tetapi juga bentuk pengabdian untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal senada disampaikan Ketua Gapembi Lampung, M. Muslih. Ia menegaskan bahwa Gapembi Lampung siap mendukung penuh program MBG sebagai bagian dari misi kemanusiaan untuk mencetak generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Rls)
- Penulis: Redaksi
