Seperempat Abad LAZDAI Lampung, Menebar Kebaikan dan Mengangkat Mustahik Menjadi Muzakki
- account_circle Redaksi
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – SEPEREMPAT abad bukan sekadar perjalanan waktu bagi Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Lampung. Selama 25 tahun, lembaga ini terus menebar manfaat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan keagamaan, sekaligus berupaya mendorong masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri.
Apresiasi atas pengabdian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat menghadiri Tasyakur 25 Tahun Yayasan LAZDAI Lampung bertema “Seperempat Abad, Menebar Manfaat” di Ballroom Fave Hotel Lampung, Sabtu (31/10/2026).
Jihan mengatakan, perjalanan panjang LAZDAI Lampung menjadi bukti keteguhan, integritas, dan komitmen dalam membersamai serta memberdayakan umat. Kiprah tersebut juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar LAZDAI Lampung. Semoga keistiqamahan ini membawa semakin banyak manfaat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Jihan, peran lembaga amil zakat tidak sebatas menyalurkan bantuan yang bersifat sementara atau insidental. Lebih dari itu, lembaga zakat diharapkan mampu menghadirkan program berkelanjutan yang dapat membantu masyarakat keluar dari kesulitan.
Ia menilai, berbagai program LAZDAI Lampung, mulai dari dukungan pendidikan, pembinaan keagamaan dan spiritual, pembangunan masjid dan musala, hingga kegiatan sosial lainnya, merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat.
“LAZDAI tidak hanya memberikan bantuan makanan atau kegiatan yang sifatnya insidental, tetapi juga berinvestasi pada masyarakat melalui pendidikan, keagamaan, membantu masjid dan musala, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya melepaskan masyarakat dari kesulitan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Jihan juga menyoroti besarnya potensi zakat di Provinsi Lampung yang perlu dioptimalkan melalui kolaborasi pemerintah dan seluruh lembaga amil zakat.
Menurutnya, pengelolaan zakat yang semakin baik akan membuka peluang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. “Potensi zakat kita di Provinsi Lampung luar biasa. Kalau bisa kita optimalkan lebih besar lagi, tentu manfaatnya akan semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Jihan mengapresiasi keinginan LAZDAI Lampung dan lembaga-lembaga lainnya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memaksimalkan potensi zakat.
Ia menyatakan akan menyampaikan kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengenai peluang kolaborasi tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret.
“Saya akan menyampaikan kepada Pak Gubernur bahwa ada teman-teman dari LAZDAI dan lembaga-lembaga lainnya yang ingin bersinergi dengan pemerintah untuk memaksimalkan potensi zakat di Provinsi Lampung. Insyaallah akan segera ada langkah konkret untuk mengoptimalkan hal tersebut,” katanya.
Jihan berharap keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan kesejahteraan penerima zakat atau mustahik hingga mampu menjadi pemberi zakat atau muzakki.
“Harapan saya, masyarakat yang hari ini menjadi mustahik dapat kita angkat bersama-sama agar ke depannya mampu menjadi muzakki,” ujarnya.
Memasuki usia ke-25 tahun, Pemerintah Provinsi Lampung juga menitipkan empat harapan kepada LAZDAI Lampung.
Pertama, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui perluasan program zakat produktif dengan pendampingan bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.
Jihan menyebutkan, desa memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi Lampung, terutama melalui sektor pertanian yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Karena itu, penyaluran zakat diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kita berharap zakat produktif dapat diperluas melalui pendampingan kepada petani dan UMKM di desa, sehingga masyarakat yang hari ini menerima zakat kelak mampu menjadi pemberi zakat,” katanya.
Kedua, membantu penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui sinergi dengan Dinas Sosial serta pemanfaatan data terpadu dari Kementerian Sosial agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
Ketiga, mendukung sektor pendidikan dan melahirkan generasi Qurani. Jihan mengapresiasi berbagai program LAZDAI Lampung yang dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Keempat, menjaga amanah serta memperluas literasi zakat di tengah masyarakat.
Jihan meyakini LAZDAI Lampung mampu terus menjaga kepercayaan masyarakat dan para muzakki. Ia juga mengajak masyarakat menyalurkan zakat maupun wakaf melalui lembaga yang terpercaya.
“Saya yakin dengan kontribusi yang telah diberikan selama ini, LAZDAI Lampung dapat terus menjaga amanah masyarakat dan para muzakki menjadi lembaga penyaluran zakat yang terpercaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan LAZDAI Lampung Agus Kurniawan menyampaikan, peringatan 25 tahun menjadi momentum bersejarah bagi yayasan untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Agus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Agama, BAZNAS, para mitra strategis, serta seluruh donatur yang telah memberikan dukungan selama perjalanan LAZDAI Lampung.
Ia berharap momentum tasyakur seperempat abad tersebut dapat mempererat silaturahmi, menjadi sarana mengambil hikmah dan pembelajaran, sekaligus membangkitkan semangat seluruh pihak untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan.
Dengan semangat seperempat abad pengabdian, LAZDAI Lampung diharapkan terus memperluas manfaat zakat, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. (Rls)
- Penulis: Redaksi



