Gubernur Mirza Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Hilirisasi Komoditas Desa
- account_circle Redaksi
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong generasi muda mengambil peran strategis dalam membangun ekonomi desa melalui hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta penciptaan lapangan kerja.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III menjadi ajang berkumpulnya pengurus pusat dan daerah dari berbagai wilayah Indonesia untuk bertukar gagasan serta membahas kontribusi generasi muda dalam pembangunan bangsa. Melalui forum ini, gerakan kepemudaan didorong memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Dalam paparannya, Gubernur Mirza menjelaskan bahwa daerah penghasil sumber daya alam, termasuk sektor pertanian dan perkebunan, belum sepenuhnya menikmati nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan. Sebagian besar hasil produksi masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, sementara proses pengolahan dan keuntungan ekonomi justru lebih banyak dinikmati daerah lain.
Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya peluang usaha dan lapangan kerja di perdesaan. Akibatnya, banyak generasi muda memilih meninggalkan desa untuk mencari penghidupan di perkotaan.
“Potensi desa harus bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakatnya. Jangan sampai kita menghasilkan bahan baku, tetapi nilai tambah dan kesempatan kerja justru tercipta di daerah lain,” ujar Mirza.
Menurutnya, arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto perlu diperkuat melalui pemerataan aktivitas ekonomi, peningkatan kesejahteraan petani, serta penciptaan ekosistem usaha hingga ke perdesaan.
Ketika pendapatan masyarakat desa meningkat dan aktivitas ekonomi tumbuh, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, mulai dari petani, pedagang, pelaku usaha kecil, hingga tenaga kerja lokal.
Gubernur Mirza secara khusus menyoroti potensi pertanian dan perkebunan Lampung, seperti kopi, kakao, dan lada, yang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pengolahan produk di daerah asal.
Ia menegaskan, hilirisasi tidak harus selalu mengandalkan industri berskala besar. Pengolahan komoditas dapat dimulai melalui unit usaha di desa dengan menyesuaikan ketersediaan bahan baku, kemampuan sumber daya manusia, teknologi, serta kebutuhan pasar.
Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya diterima petani sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga membuka peluang usaha di bidang pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran produk.
Dalam ekosistem tersebut, generasi muda memiliki peran strategis melalui penguasaan teknologi, pengembangan produk, inovasi usaha, serta pemanfaatan pemasaran digital.
“Petani menghasilkan bahan baku, sementara anak-anak muda bisa mengembangkan pengolahan dan pemasarannya. Dari situ akan muncul usaha baru dan lapangan kerja di desa,” jelasnya.
Gubernur Mirza juga menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi membutuhkan dukungan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari pelatihan keterampilan, akses pembiayaan, teknologi pengolahan, hingga kepastian pasar.
Menurutnya, penyediaan peralatan saja tidak cukup tanpa diimbangi kemampuan mengelola usaha dan memasarkan produk secara berkelanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui pendekatan tersebut, desa diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi bahan mentah, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, penguatan hilirisasi dan pemberdayaan pemuda merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.
Gubernur Mirza berharap generasi muda mampu melihat potensi daerahnya sebagai peluang untuk membangun usaha dan masa depan, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, pengembangan komoditas unggulan diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi generasi muda Lampung.
Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-III secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa. (Rls)
- Penulis: Redaksi



