Unila Gelar Forum Nasional dan Internasional, Dorong Riset Pertanian Jadi Solusi Pangan dan Energi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – UNIVERSITAS Lampung (Unila) melalui Fakultas Pertanian menggelar Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) 2026 dan 1st International Conference on Agriculture for Food and Energy (I-CAFFE 2026) di Hotel Grand Mercure Lampung, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi perguruan tinggi nasional dan akademisi internasional untuk mendorong hasil riset pertanian agar lebih aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan, kemandirian energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Forum tersebut mempertemukan pimpinan perguruan tinggi pertanian dari berbagai daerah di Indonesia bersama akademisi internasional untuk membahas berbagai tantangan sektor pertanian dan energi. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain dampak perubahan iklim, peningkatan produktivitas pertanian, serta pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya pertanian.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Ayi Ahadiat, mengatakan keunggulan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kualitas lulusan, tetapi juga dari kekuatan riset dan manfaat inovasi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Setiap inovasi perlu dinilai berdasarkan kelayakan penerapan, manfaat ekonomi, dan keberlanjutan lingkungannya,” ujarnya.
Menurut Ayi, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi penting untuk mempercepat penerapan hasil penelitian sekaligus membangun kemitraan yang berkelanjutan. Berbagai inovasi, seperti pengembangan pangan, pemanfaatan residu pertanian menjadi bioenergi, serta pengembangan biochar dan bioproduk, dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama riset.
Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret berupa kerja sama penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pendampingan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, Dr. Mulyadi Irsan, menekankan pentingnya menjembatani hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah. Menurutnya, potensi sektor pertanian Lampung perlu ditopang riset yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Pertanyaannya, sejauh mana produktivitasnya sudah sukses sehingga ini bisa menjadi sebuah daya saing yang kuat,” kata Mulyadi saat menyoroti potensi komoditas pertanian Lampung.
Ia juga menyoroti tantangan kenaikan harga pangan, perubahan iklim, dan ancaman krisis energi yang membutuhkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan energi terbarukan dengan memanfaatkan potensi sumber daya pertanian, menurutnya, menjadi salah satu peluang yang perlu dikaji dan dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Mulyadi berharap hasil diskusi dan penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis riset. Selain itu, inovasi di sektor pertanian diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Lokakarya Nasional FKPTPI dan I-CAFFE 2026 turut dihadiri Sekretaris Jenderal FKPTPI, Prof. Dr. Ir. Samanhudi; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Ayi Ahadiat; Dekan Fakultas Pertanian Unila, Dr. Kuswanta Futas Hidayat; serta para dekan dan wakil dekan perguruan tinggi pertanian dari berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, yakni Dr. Hiroaki Somura, Dr. Siti Norliyana Harun, dan Prof. Dr. Udin Hasanudin yang hadir secara langsung. Sementara itu, Dr. Ashutosh Pathak dan Prof. Dr. Yoo Ji-ho mengikuti kegiatan sebagai narasumber secara daring. (Rls)
- Penulis: Redaksi




