Unila Perkuat Layanan Informasi Publik, Dorong Tata Kelola Lebih Terbuka
- account_circle Redaksi
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — UNIVERSITAS Lampung (Unila) mendorong peningkatan kualitas layanan informasi publik melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dampak Kualitas Layanan Informasi terhadap Pemenuhan Kepentingan Masyarakat”, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Rektorat Unila tersebut dibuka Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya penyediaan informasi publik yang terbuka, akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, keterbukaan informasi publik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki tanggung jawab kepada masyarakat, Unila perlu memastikan informasi terkait kebijakan, program, dan pelayanan dapat diakses secara jelas dan terpercaya. “Oleh karena itu, keterbukaan informasi harus kita tempatkan sebagai bagian dari budaya kerja dan pelayanan di Universitas Lampung,” ujar Lusmeilia.
Untuk mendukung hal tersebut, seluruh unit kerja di lingkungan Unila didorong memperkuat pengelolaan informasi publik, mulai dari penyediaan dan pemutakhiran informasi, dokumentasi, hingga sinkronisasi melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia.
FGD tersebut juga menjadi ruang evaluasi, pertukaran gagasan, serta penyamaan persepsi mengenai implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan Unila. Rektor berharap kegiatan itu tidak hanya berorientasi pada indikator dan aspek penilaian, tetapi menghasilkan langkah strategis yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Senat Unila Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., para wakil rektor, Komisioner Komisi Informasi Pusat Dery Hendryan, SH, MH, C.Med., Sp.Ap., Kes., para kepala lembaga dan biro, wakil dekan bidang akademik dan kerja sama, serta anggota Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Melalui FGD ini, Unila menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan informasi publik guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tata kelola universitas yang terbuka, akuntabel, dan berintegritas. (Rls)
Kalau ingin, judulnya juga bisa dibuat lebih singkat dan lebih “media online”, misalnya: “Unila Perkuat Layanan Informasi Publik, Dorong Tata Kelola Lebih Terbuka”.
- Penulis: Redaksi





