Buka Pelatihan PKA dan Latsar CPNS 2026, Jihan Minta ASN Jadi Penggerak Transformasi Birokrasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — PEMERINTAH Provinsi Lampung terus memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II dan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan XIV dan XV Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang juga memberikan ceramah umum di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung, Senin (15/6/2026).
PKA bertujuan mengembangkan kompetensi manajerial pejabat administrator sesuai standar yang ditetapkan.
Sementara Latsar CPNS dirancang untuk membentuk kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural CPNS sesuai pola penyelenggaraan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Pelatihan PKA Angkatan II diikuti 45 peserta, sedangkan Latsar CPNS Angkatan XIV dan XV diikuti 80 peserta.
Dalam arahannya, Jihan menegaskan bahwa pelatihan tidak boleh dipandang hanya sebagai pemenuhan syarat administratif, melainkan sebagai proses pembentukan karakter kepemimpinan birokrasi yang mampu menghadirkan solusi, menciptakan inovasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pelatihan ini bukan sekadar seremonial atau administratif untuk memenuhi persyaratan jabatan, tetapi merupakan proses membentuk karakter kepemimpinan birokrasi yang mampu menghadirkan solusi, menciptakan inovasi, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Jihan juga menekankan pentingnya transformasi birokrasi dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, ASN tidak cukup hanya melakukan reformasi dengan memperbaiki sistem yang ada, tetapi juga harus mampu mengubah pola pikir dan cara kerja agar lebih adaptif, inovatif, serta berbasis data.
Ia menyebut transformasi ASN menjadi salah satu fondasi utama menuju Indonesia Maju 2045. ASN dituntut tidak lagi bekerja secara administratif semata, melainkan harus berorientasi pada hasil, responsif terhadap perubahan, dan fokus pada pelayanan publik.
Selain itu, Jihan mengingatkan pentingnya kesiapan ASN menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, persaingan sumber daya, dan pergeseran ekonomi dunia.
Ia juga menyoroti peluang bonus demografi di Lampung, di mana sekitar 70 persen penduduk berada pada usia produktif.
Menurutnya, kondisi tersebut harus didukung dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Tak hanya itu, ASN juga diharapkan mendukung upaya hilirisasi industri berbasis potensi unggulan daerah, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, guna menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Lampung.
Mengakhiri arahannya, Jihan meminta seluruh peserta menginternalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, serta mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam aksi nyata di lingkungan kerja masing-masing.
“Setiap ASN harus mampu menerjemahkan visi dan program kerja Gubernur Lampung ke dalam tindakan nyata di unit kerja masing-masing,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir ASN yang kompeten, berintegritas, profesional, dan adaptif terhadap perubahan, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045. (*)
- Penulis: Redaksi




