RAT KPRI Saptawa 2025 Jadi Momentum Penguatan Koperasi ASN di Lampung
- account_circle Redaksi
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — PEMERINTAH Provinsi Lampung terus mendorong penguatan koperasi sebagai salah satu pilar peningkatan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN). Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Saptawa Provinsi Lampung Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Gedung Pusiban, Kamis (9/7/2026).
RAT dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Membacakan sambutan Gubernur, Yanyan menyampaikan apresiasi atas kinerja KPRI Saptawa yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Menurutnya, koperasi telah berperan dalam menyediakan layanan pembiayaan kebutuhan rumah tangga, program penyediaan kavling perumahan pegawai, serta berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi anggota.
Berdasarkan hasil audit akuntan publik, KPRI Saptawa juga dinilai sebagai koperasi yang sehat dan mandiri karena sebagian besar kegiatan usahanya dibiayai melalui modal sendiri.
“Pemerintah Provinsi Lampung berharap kinerja KPRI Saptawa terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan sektor perkoperasian di Provinsi Lampung,” ujar Yanyan membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan anggota dalam memenuhi kewajiban kepada koperasi guna menjaga keberlangsungan usaha. Selain itu, kepala organisasi perangkat daerah diminta terus membina ASN di lingkungan masing-masing agar aktif mendukung kemajuan koperasi.
Pengurus KPRI Saptawa periode 2026–2028 diharapkan mampu mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mengembangkan unit usaha yang prospektif sehingga mampu meningkatkan daya saing koperasi serta mendukung terwujudnya visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas melalui penguatan sektor koperasi dan UMKM.
Sementara itu, Ketua KPRI Saptawa yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Syamsurizal, menjelaskan bahwa RAT merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Melalui forum tertinggi koperasi tersebut, pengurus dan badan pengawas menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan program selama Tahun Buku 2025 sekaligus menetapkan rencana kerja untuk tahun berikutnya.
Syamsurizal mengatakan RAT Tahun Buku 2025 diikuti 78 peserta yang merupakan perwakilan anggota dari berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Ia juga mengungkapkan jumlah anggota KPRI Saptawa terus bertambah, dari 3.142 orang pada 2024 menjadi 3.286 anggota pada 2025. Peningkatan tersebut didorong oleh bergabungnya pegawai baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Dalam aspek tata kelola keuangan, KPRI Saptawa memperoleh pendampingan dari kantor jasa akuntan publik dalam penyusunan laporan keuangan sehingga pengelolaan koperasi semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Selain mengoptimalkan penggunaan modal sendiri untuk mengembangkan usaha, koperasi juga terus menjalankan berbagai program sosial, antara lain bantuan bagi anggota yang sakit, santunan duka, beasiswa bagi putra-putri anggota berprestasi, sunatan massal, hingga program pemberangkatan ibadah haji dan umrah.
“Secara keseluruhan KPRI Saptawa telah memberangkatkan 197 anggota ke Tanah Suci, terdiri dari 57 orang untuk menunaikan ibadah haji dan 150 orang untuk melaksanakan ibadah umrah,” kata Syamsurizal.
Di bidang penyediaan perumahan, KPRI Saptawa juga terus melanjutkan program pengembangan kavling bagi anggota. Koperasi juga tetap memenuhi kewajiban perpajakan serta berhasil meningkatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Tahun Buku 2025.
Dalam RAT tersebut, anggota mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan badan pengawas, Standar Operasional Manajemen (SOM), serta Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman pengelolaan koperasi yang lebih profesional. Forum tersebut juga menjadi momentum pemilihan pengurus KPRI Saptawa masa bakti 2026–2028.
Pada kesempatan yang sama dilakukan pengundian 10 pemenang program umrah bagi anggota KPRI Saptawa, yaitu Heru Eltano (Disnaker), Yefi Yuslian (Dinas Kelautan dan Perikanan), Sukma Syafitri (Biro Umum), Hendro Sulistyono (Dinas ESDM), Subhan Sjafari (Dinas Perkebunan), Ricko Pahlevi (Biro Umum), Yulia, S.Kom. (Dinas Kominfotik), M. Husni Thamrin (Bapenda), Yopandi (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), serta Toni Candra (Badan Penghubung).
Selain itu, Detri Yuni dari Dinas Lingkungan Hidup berhasil meraih hadiah utama berupa satu unit sepeda motor melalui undian simpanan anggota.
Hadiah lainnya berupa televisi LED diraih Mulyati (Biro Otonomi Daerah), kulkas diraih Aboeng Priady Santoso (Biro Organisasi), mesin cuci diraih Ellya Muchsin (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), serta dispenser diraih Khobid Dahriansyah dari Satuan Polisi Pamong Praja. (**)
- Penulis: Redaksi









