Merajut Konektivitas dari Jembatan Musi, HKA Suplai Ribuan Ton Hotmix Berkualitas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – PEMBANGUNAN Jembatan Musi sebagai bagian dari Proyek Jalan Tol Palembang–Betung terus menunjukkan kemajuan. Di balik progres tersebut, PT Hakaaston (HKA) melalui Unit Produksi Indralaya berperan dengan menyuplai 5.581,22 ton campuran beraspal (hotmix) untuk pekerjaan perkerasan jalan yang menghubungkan struktur utama jembatan dengan ruas tol.
Pasokan material tersebut menjadi bagian dari kontribusi HKA dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat di Sumatera Selatan.
Jembatan Musi merupakan salah satu struktur utama pada ruas Tol Palembang–Betung yang dikelola Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero). Kehadirannya menjadi bagian penting dalam memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, HKA memasok berbagai jenis campuran beraspal, mulai dari Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) hingga material aspal PG 70 yang diproduksi di Unit Produksi Indralaya sesuai spesifikasi teknis proyek.
Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, menegaskan bahwa kualitas material menjadi fondasi utama dalam membangun infrastruktur yang andal dan berumur panjang.
“Keandalan infrastruktur dibangun melalui kualitas yang dijaga secara konsisten sejak proses produksi hingga pelaksanaan di lapangan. Karena itu, setiap material yang diproduksi HKA melalui Unit Produksi Indralaya melewati pengendalian mutu agar memenuhi spesifikasi teknis dan mendukung umur layan infrastruktur secara optimal. Ikrar Disiplin, Melayani, dan Selamat (DMS) menjadi landasan kami dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai standar dan memberikan hasil terbaik bagi pengguna jasa,” ujar Martin.
Selama pelaksanaan proyek, Unit Produksi Indralaya memasok material secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Dari total 5.581,22 ton, sebanyak 5.268,12 ton merupakan campuran AC-WC, sedangkan 307,10 ton berupa material aspal untuk sejumlah paket pekerjaan.
Konsistensi pasokan tersebut didukung jaringan unit produksi HKA yang tersebar di berbagai wilayah strategis, lengkap dengan fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP), laboratorium pengujian material, serta sumber daya manusia yang berpengalaman. Dukungan tersebut memungkinkan HKA menghadirkan pasokan material dengan prinsip tepat mutu, tepat volume, dan tepat waktu.
Martin menambahkan, setiap proyek yang didukung HKA merupakan bagian dari upaya memperkuat kapabilitas perusahaan sebagai pengelola aset infrastruktur.
“Setiap proyek yang kami dukung menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas HKA sebagai perusahaan pengelola aset infrastruktur. Melalui konsistensi terhadap kualitas produk dan keandalan operasional, kami terus menghadirkan nilai tambah bagi setiap infrastruktur yang kami layani. Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi HKA menuju Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM),” katanya.
Ke depan, HKA berkomitmen terus memperkuat kapasitas unit produksinya dalam menyediakan material berkualitas untuk berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Berbekal pengalaman mendukung pembangunan jalan tol, jembatan, bandara, hingga proyek strategis nasional, HKA optimistis mampu terus menghadirkan kualitas yang konsisten.
Melalui semangat Disiplin, Melayani, dan Selamat (DMS), HKA berharap dapat terus berkontribusi menghadirkan infrastruktur yang lebih andal, meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM). (Rls)
- Penulis: Redaksi






