Pameran Anggrek Unila Padukan Konservasi, Inovasi, dan Peluang Ekonomi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — UNIVERSITAS Lampung (Unila) menghadirkan pameran anggrek sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61. Kegiatan yang digelar Pusat Unggulan Anggrek LPPM Unila tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus promosi potensi anggrek, mulai dari aspek konservasi, budidaya, inovasi teknologi hingga peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pameran berlangsung di Ruang Sidang Utama Rektorat Unila, Selasa (22/9/2026), dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bertajuk “Persembahan Universitas Lampung untuk Masyarakat: Memperindah Dunia dan Melestarikan Sumber Daya Genetik Anggrek Nusantara dengan Inovasi Teknologi”.
Selain pameran, kegiatan juga diisi seminar, workshop dan praktik budidaya, klinik anggrek serta bursa anggrek.
Ketua LPPM Unila, Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.IP., mengatakan pameran anggrek menjadi salah satu bentuk upaya Unila menghadirkan ruang apresiasi terhadap keindahan sekaligus potensi yang dapat dikembangkan dari lingkungan akademik.
“Anggrek adalah salah satu bunga yang mekarnya paling lama. Pilihan anggrek adalah pilihan yang tepat untuk menjadi bagian dari etalase Unila. Ibu Rektor selalu menyampaikan anggrek adalah etalase Unila,” ujar Maulana.
Menurutnya, keberadaan Pusat Unggulan Anggrek LPPM Unila menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan pengembangan anggrek melalui penelitian, kepakaran, inovasi, dan kolaborasi. Prof. Dr. Ir. Yusnita, M.Sc., selaku Kepala Pusat Anggrek LPPM Unila sekaligus inisiator kegiatan, disebut memiliki peran dalam pengembangan anggrek di lingkungan Unila.
Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriyani, DEA., IPM., ASEAN., Eng., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Unila memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, rangkaian kegiatan anggrek tidak hanya menampilkan keindahan tanaman, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat.
“Persembahan Universitas Lampung untuk masyarakat tidak sekadar menjadi tema kegiatan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pengetahuan, inovasi, dan karya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Lusmeilia.
Ia menjelaskan, peserta tidak hanya melihat koleksi anggrek dalam pameran, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengikuti demonstrasi dan praktik budidaya, konsultasi melalui klinik anggrek serta melihat berbagai produk dalam bursa anggrek. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pengetahuan mengenai anggrek lebih mudah diterapkan.
Kegiatan ini juga membuka peluang pemanfaatan hasil pengembangan anggrek Unila untuk kebutuhan masyarakat dan kelembagaan, termasuk peluang kerja sama dalam pemanfaatan anggrek untuk lingkungan perkantoran. Dengan demikian, anggrek tidak hanya dipandang sebagai tanaman hias, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan.
Dalam aspek konservasi, Unila juga mendorong pelestarian sumber daya genetik anggrek Nusantara melalui penelitian dan pengembangan teknologi. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberadaan anggrek sekaligus memperluas pengetahuan masyarakat mengenai cara merawat dan mengembangkannya.
Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Yusnita, M.Sc., Dr. Eng. Dewi A. Iryani, ST., MT., Owner BJ Orchids Bandar Lampung, serta Dr. Desi Maulida, SP., M.Si., peneliti anggrek dan dosen Politeknik Negeri Lampung. Diskusi dimoderatori Ir. Rugayah, M.S., dosen Fakultas Pertanian Unila.
Melalui pameran, edukasi, praktik budidaya, penelitian dan jejaring kemitraan, Unila berharap anggrek tidak hanya menjadi bagian dari keindahan kampus, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, objek konservasi, keterampilan budidaya, dan peluang ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. (Rls)
- Penulis: Redaksi





