OJK dan Pemkab Lampung Timur Bangun Kemitraan Pembiayaan Penggemukan Sapi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur membangun ekosistem pembiayaan penggemukan sapi berbasis kemitraan melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).
Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan produktif bagi peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program tersebut disosialisasikan dalam kegiatan literasi keuangan yang digelar di Kabupaten Lampung Timur, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan dihadiri Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, Sekretaris Daerah Lampung Timur Rustam Effendi, pimpinan PT Great Giant Livestock (GGL) drh. Charis Prima Retnati, Direktur PT BPRS Lampung Timur Toni Ardiansyah, serta jajaran pemerintah daerah, aparat kecamatan dan desa, hingga para pelaku usaha peternakan.
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan, program tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) serta POJK Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan.
Menurut Otto, skema kemitraan yang melibatkan PT GGL sebagai pendamping sekaligus offtaker dan PT BPRS Lampung Timur sebagai penyedia pembiayaan menciptakan ekosistem tertutup (closed-loop ecosystem) yang mampu menekan risiko usaha peternak.
“Kami tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi membangun sebuah ekosistem. Ketika peternak memperoleh modal, pendampingan, dan kepastian pasar dalam satu rantai nilai, maka risiko usaha menurun dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, adanya kepastian pasar membuat risiko kredit menjadi lebih rendah sehingga penyaluran pembiayaan KURDA menjadi lebih aman. Di sisi lain, akses pembiayaan yang legal dan terjangkau juga diharapkan mampu melindungi peternak dari praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal.
Otto juga mengingatkan para peternak agar memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara bertanggung jawab serta menjaga kedisiplinan dalam mengangsur pinjaman agar memiliki riwayat kredit yang baik di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lampung Timur Rustam Effendi mengatakan daerahnya memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra peternakan sapi di Provinsi Lampung. Namun, selama ini peternak masih menghadapi kendala keterbatasan modal dan akses pasar.
Melalui program KURDA yang disalurkan PT BPRS Lampung Timur, peternak dapat memperoleh pembiayaan dengan margin kompetitif sebesar 4 persen serta persyaratan yang relatif mudah.
Pada tahap awal, program ini menyasar sekitar 10 peternak dengan total potensi pembiayaan sedikitnya Rp1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengelolaan sekitar 50 ekor sapi, dengan plafon pembiayaan masing-masing peternak berkisar Rp100 juta hingga Rp200 juta.
Selain pembiayaan, program ini memberikan jaminan pasar karena hasil penggemukan sapi akan diserap oleh PT GGL. Perusahaan tersebut juga akan memberikan pendampingan teknis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bibit unggul, penyusunan pakan bernutrisi, pemantauan kesehatan ternak, hingga pengelolaan kandang yang lebih efisien.
Melalui pola kemitraan ini, peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usahanya dan beralih dari pola budidaya tradisional menuju pengelolaan yang lebih modern.
OJK bersama Pemkab Lampung Timur berharap model pembiayaan berbasis kemitraan ini dapat menjadi contoh pengembangan sektor produktif lainnya di Lampung. Selain meningkatkan kesejahteraan peternak, program tersebut juga diharapkan mendukung stabilitas pasokan daging, memperkuat perekonomian daerah, serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (**)
- Penulis: Redaksi







