Perkuat Kesiapsiagaan, Gubernur Mirza Dorong Satlinmas Lebih Dekat dengan Masyarakat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan rasa aman dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat masih hidup dalam kekhawatiran.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat membuka Kemah Bhakti Satya Linmas di Lapangan Kepayang, Bumi Perkemahan Pramuka, Bandar Lampung, Kamis (24/9/2026).
“Tidak ada pembangunan tanpa keamanan. Tidak ada investasi tanpa ketertiban. Tidak ada desa, kampung, kelurahan yang berkembang kalau masyarakatnya hidup dalam rasa khawatir,” kata Gubernur.
Menurut Mirza, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Anggota Satlinmas menjadi salah satu pihak yang dapat mengetahui lebih awal persoalan di lingkungan sekaligus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk saat terjadi bencana.
“Saudara-saudara yang ada di hadapan saya ini ialah yang pertama mengetahui ketika ada persoalan, yang pertama hadir ketika ada bencana, yang pertama hadir agar kehidupan desa tetap berjalan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan tugas Satlinmas saat ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan lingkungan. Mengacu pada Permendagri Nomor 11 Tahun 2023, Satlinmas juga memiliki peran dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat dengan pendekatan yang humanis.
Karena itu, kegiatan Kemah Bhakti Satya Linmas dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas anggota, membangun disiplin, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi di tengah masyarakat.
“Di sinilah kita akan membangun disiplin, membangun kapasitas, membangun solidaritas, dan memperkuat kesiapsiagaan. Sebab tantangan ke depan tidak semakin ringan, maka kita harus terus bersiap dan memantapkan diri,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga mengukuhkan kepengurusan DPC Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Kota Bandar Lampung, DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kota Bandar Lampung. Pengukuhan ditandai dengan penyematan pin dan penyerahan bendera pataka kepada Ketua Aslinmas Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Mirza menegaskan pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan membantu desa serta kelurahan berkembang.
“Bukan sekadar seremoni, bukan hanya memasang pin atau menyerahkan pataka, tapi hari ini kita memperbarui komitmen bahwa setelah pulang dari tempat ini, ada amanah yang harus dijaga, ada masyarakat yang harus kita layani,” ujarnya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad mengatakan penguatan masyarakat dari tingkat desa sejalan dengan arah pembangunan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Raffi, pembangunan yang dimulai dari desa dan tingkat paling bawah diperlukan untuk memperkuat pemerataan ekonomi serta mempercepat upaya pemberantasan kemiskinan. Ia juga menyebut Satlinmas sebagai kekuatan masyarakat sipil yang memiliki kedekatan langsung dengan warga.
“Salam hormat dari Bapak Presiden, dari Bapak Prabowo, karena ini selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan dimulai dari desa, dari bawah, untuk memperkuat pemerataan ekonomi serta mempercepat pemberantasan kemiskinan,” kata Raffi.
Raffi juga mendorong generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, mulai dari deteksi dini, pencegahan, penyuluhan, patroli, pengamanan, penanganan bencana hingga kegiatan sosial.
Ia menyebut jaringan Aslinmas secara nasional telah mencapai lebih dari 1,2 juta anggota. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk memperkuat ketenteraman dan perlindungan masyarakat.
Selain Satlinmas, Raffi menyoroti peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Abpednas dalam mengawal pembangunan desa. Ia meminta aspirasi masyarakat diserap dan pengawasan pembangunan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban, termasuk dalam penggunaan anggaran desa.
“Harus transparan, harus tegas, solutif, paling terpenting agar setiap rupiah terjaga dan benar-benar berguna untuk masyarakat,” ujarnya.
Raffi juga mengajak pekerja seni, influencer, dan komunitas kreatif ikut memperkuat edukasi masyarakat melalui konten positif. Pesan mengenai kesadaran hukum dan kesiapsiagaan bencana, kata dia, dapat dikemas melalui video pendek, musik, mural, pertunjukan, maupun konten digital yang mudah dipahami masyarakat.
Gubernur Mirza menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong pembangunan yang dimulai dari desa dan kelurahan. Menurutnya, desa dan kelurahan yang aman dan kuat akan menjadi bagian penting dalam membangun Lampung secara keseluruhan.
“Kalau desa aman, ekonomi bergerak, masyarakat merasa terlindungi, usaha akan tumbuh, pelayanan semakin dekat, kepercayaan masyarakat juga akan semakin kuat,” pungkasnya.
Kemah Bhakti Satya Linmas diikuti 1.260 anggota Linmas dari 126 kelurahan. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas dan sinergi antara Satlinmas, pemerintah desa dan kelurahan, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung pembangunan daerah. (Rls)
- Penulis: Redaksi





