Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Kukuhkan Bunda Literasi Keuangan Lampung
- account_circle Redaksi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengukuhkan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung serta Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Lampung.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari puncak Festival Literasi yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.
Pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta penguatan perlindungan konsumen dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.
Bunda Literasi Keuangan diharapkan menjadi figur inspiratif sekaligus motor penggerak edukasi keuangan di tengah keluarga dan masyarakat. Melalui peran tersebut, mereka diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih cakap mengelola keuangan, membangun budaya menabung dan berinvestasi secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai modus penipuan keuangan digital yang masih marak terjadi.
Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Kepala Divisi Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, disampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan amanah mulia dalam mendukung GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan).
“Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM agar semakin cerdas dan cermat dalam mengelola keuangan. Peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, literasi keuangan bukan sekadar memahami produk dan layanan keuangan, melainkan juga membentuk perilaku keuangan yang bijaksana.
“Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan menjadi penggerak edukasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan komunitas,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara OJK, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung GENCARKAN serta program peningkatan literasi keuangan di Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Jihan mengajak seluruh Bunda Literasi Keuangan untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga berbagai komunitas.
“Sebab sesungguhnya budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut dikukuhkan Purnama Wulan Sari Mirza sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung, bersama Bunda Literasi Keuangan dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, yaitu Hj Eva Dwiana (Kota Bandar Lampung), Hj Elfianah, S.E. (Kabupaten Mesuji), Herlinawati Qudrotul, S.H. (Kabupaten Tulang Bawang), Partinia, S.Pd., M.M. (Kabupaten Lampung Barat), Zita Anjani, S.Sos., M.Sc. (Kabupaten Lampung Selatan), Ayu Asalasiyah, S.Ked. (Kabupaten Way Kanan).
Lalu, drg. Meri Farida Hamartoni (Kabupaten Lampung Utara), Dian Hardiyanti, S.ST., M.M. (Kabupaten Pesisir Barat), Rahayu Sri Astutik (Kabupaten Pringsewu), Ni Ketut Dewi Nadi, S.T. (Kabupaten Lampung Tengah), Eni Sumiati Bambang, S.I.P. (Kota Metro), Dra. Hj. Siti Mahmudah, M.Pd. (Kabupaten Tanggamus), Aria Sandi, S.E., M.M. (Kabupaten Pesawaran), Hj. Huzaimah Azwar Hadi, S.E. (Kabupaten Lampung Timur), serta Novianti Novriawan (Kabupaten Tulang Bawang Barat).
Selain prosesi pengukuhan, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan, menggelar talkshow edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, membuka layanan konsultasi bagi masyarakat, menyediakan layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta menghadirkan Pojok Literasi Keuangan sebagai pusat informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan.
Melalui pengukuhan ini, Bunda Literasi Keuangan Provinsi maupun Kabupaten/Kota diharapkan mampu menginisiasi berbagai program edukasi yang menyasar perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok masyarakat prioritas lainnya, sehingga manfaat literasi keuangan dapat dirasakan lebih luas dan merata.
OJK bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan. (Rls)
- Penulis: Redaksi






