Program Kelas Migran Vokasi Dikembangkan, Lampung Bidik Peluang Pendidikan dan Kerja di Korea Selatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – PEMERINTAH Provinsi Lampung terus berupaya memperluas akses pendidikan sekaligus membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda melalui pengembangan Program Kelas Migran Vokasi. Hal tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (30/6/2026).
Rapat tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang telah berjalan sekaligus membahas peluang pengembangan kerja sama pendidikan vokasi dengan Republik Korea bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork.
Dalam pembahasan dijelaskan bahwa Republik Korea saat ini menghadapi tantangan berkurangnya jumlah penduduk usia produktif sehingga membutuhkan tenaga kerja terampil dan mahasiswa internasional. Sejalan dengan kebijakan Study Korea 300K, Pemerintah Korea Selatan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus bekerja secara legal selama masa studi sesuai ketentuan yang berlaku.
Peluang tersebut dinilai dapat dimanfaatkan Provinsi Lampung untuk mempersiapkan lulusan SMA/SMK/MA sederajat memperoleh pendidikan bertaraf internasional, meningkatkan kompetensi global, serta membuka peluang karier profesional di Korea Selatan.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Setiap tahun terdapat sekitar 120 ribu lulusan SMA sederajat, namun hanya sekitar 45 ribu orang yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sisanya masih banyak yang belum terserap di sektor formal.
“Harapan kita bukan hanya Jepang, tetapi juga Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara lainnya. Kita akan menyiapkan skema bagi peserta yang berminat agar dapat memilih negara tujuan,” ujar Jihan.
Menurutnya, pengembangan Program Kelas Migran Vokasi dapat menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung.
Jihan menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik peluang kerja sama tersebut dan siap menjajakinya lebih lanjut, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga sektor industri.
“Kami menyambut peluang kerja sama ini dengan tangan terbuka dan siap menjajakinya lebih lanjut, bukan hanya di bidang pendidikan tetapi juga sektor industri. Yang perlu kita siapkan adalah sumber daya manusianya,” katanya.
Melalui pengembangan Program Kelas Migran Vokasi, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan lahirnya sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global, meningkatnya akses pendidikan tinggi internasional, penguasaan bahasa Korea dan keterampilan kerja, serta terbukanya peluang bekerja di luar negeri secara legal, profesional, dan berkelanjutan.
Bagi peserta, program ini diharapkan memberikan manfaat berupa kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Korea Selatan, bekerja secara legal selama masa studi, memperoleh sertifikasi kompetensi internasional, hingga membuka peluang mendapatkan Visa Kerja Profesional (E-7) sesuai persyaratan yang berlaku.
Melalui penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan dan vokasi ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di pasar kerja global. (**)
- Penulis: Redaksi









