Bupati Ela Terima Silaturahmi Siswa Seskoad 2026, Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla di Lampung Timur
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — BUPATI Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menerima kunjungan silaturahmi siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan kompetensi serta strategi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lampung Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ela didampingi Kepala BPBD Lampung Timur M. Ridwan, Kepala BPKAD, dan Kepala Bappeda. Sementara dari tim Seskoad hadir Kolonel Inf Hasroel, Mayor Inf Winarno, Mayor Czi Irfan Gusema, Mayor Caj (K) Murni Hasibuan, Mayor Cpl Faisal Fadilla, Kapten Inf Adi Prayoga, dan Kapten Inf Ahmad Rizaldi.
Bupati Ela menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta kolaborasi yang dilakukan para siswa Seskoad. Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan masukan dan rekomendasi yang dapat diterapkan pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi dan penanganan Karhutla.
“Terima kasih atas kolaborasinya. Kami sangat terbuka untuk mendapatkan masukan, terutama terkait apa saja yang diperlukan dan dukungan seperti apa yang bisa diberikan pemerintah daerah,” ujar Ela.
Menurutnya, salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah pemberdayaan desa-desa penyangga kawasan hutan. Pemberdayaan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan.
“Yang kami pikirkan sementara ini adalah bagaimana desa-desa penyangga bisa diberdayakan agar hutan memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi tetap terjaga kelestariannya,” jelasnya.
Pemkab Lampung Timur juga mendorong kolaborasi dengan desa-desa penyangga melalui penyediaan pendamping yang dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan serta mencegah terjadinya kebakaran.
Selain pemerintah dan masyarakat desa, keterlibatan komunitas dinilai penting sebagai bagian dari kekuatan bersama dalam upaya edukasi dan pencegahan Karhutla.
“Kita gandeng juga komunitas agar bisa bergandengan tangan bersama-sama memberikan edukasi. Potensi berbasis komunitas ini sangat penting untuk menjadi bagian dari upaya edukasi dan pencegahan,” kata Ela.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam menyatukan data mengenai potensi dan wilayah rawan Karhutla. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya mitigasi dapat dilakukan secara terarah dan terkoordinasi.
“Kita kumpulkan dulu komunitas, kemudian bersama Seskoad kita diskusikan. Harapannya nanti kita memiliki satu data dan satu pemahaman dalam melakukan langkah mitigasi,” ungkapnya.
Perkuat Peralatan dan Kapasitas Personel
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Lampung Timur juga memaparkan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam upaya mitigasi dan penanganan Karhutla. Salah satunya berkaitan dengan potensi aktivitas tertentu yang dapat memicu terjadinya kebakaran sehingga membutuhkan pengawasan dan keterlibatan berbagai unsur.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus didorong untuk melakukan pemantauan bersama serta mengambil langkah penanganan apabila terjadi kebakaran.
Dari sisi sarana dan prasarana, Pemkab Lampung Timur menyadari masih terdapat keterbatasan peralatan penanganan Karhutla. Salah satunya adalah ketersediaan selang dengan ukuran dan panjang yang sesuai untuk menjangkau titik kebakaran di kawasan hutan.
Sejumlah peralatan yang tersedia juga masih menggunakan peralatan pertanian sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan dan selang khusus guna memperkuat kemampuan penanganan Karhutla.
Selain sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas personel juga menjadi perhatian. Tim BPBD Lampung Timur akan mendapatkan pelatihan agar memiliki kemampuan menghadapi berbagai karakteristik kebakaran, termasuk kebakaran yang terjadi di kawasan hutan dan lahan.
“Tim juga dilatih oleh BPBD agar tidak hanya menangani kebakaran rumah, tetapi juga memiliki kemampuan dalam menangani kebakaran hutan,” ujarnya.
Bupati Ela menegaskan, pencegahan dan penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, komunitas, desa penyangga, dan unsur terkait akan terus diperkuat.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Lampung Timur berkomitmen membangun sistem pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih terencana, mulai dari edukasi masyarakat, pemberdayaan desa penyangga, penguatan komunitas, peningkatan kapasitas personel, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.
Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko Karhutla, menjaga kelestarian kawasan hutan, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Lampung Timur. (Rls)
- Penulis: Redaksi





