Akademisi UBL Perkuat Kolaborasi Pendidikan Global Lewat Program Academic Mobility International 2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

Foto : Dok UBL
PERISAILAMPUNG.COM — UNIVERSITAS Bandar Lampung (UBL) terus memperluas jejaring pendidikan internasional melalui partisipasi dalam Program Academic Mobility International 2026 di Malaysia. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperkuat kolaborasi global di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam program tersebut, dosen Fakultas Teknik UBL, Dr. Susilowati, bergabung bersama 67 peserta dari 37 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan akademik di Kuala Lumpur, Malacca, dan Negeri Sembilan.
Program Academic Mobility International 2026 menjadi wadah penguatan jejaring akademik global melalui berbagai kegiatan, seperti workshop, teaching factory, networking session, kunjungan universitas, hingga pengabdian masyarakat internasional. Program ini juga membuka peluang kerja sama lintas negara di bidang pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Selama berada di Malaysia, para peserta melakukan kunjungan akademik ke sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), INTI International University, dan Universiti Utara Malaysia.
Di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), peserta mengikuti kegiatan teaching factory dan workshop akademik bersama sivitas akademika setempat. Kegiatan tersebut dinilai membuka peluang pengembangan kerja sama riset, pertukaran mahasiswa, hingga penguatan program internasional antarperguruan tinggi.
Dr. Susilowati mengatakan, keterlibatan akademisi dalam forum internasional merupakan langkah strategis untuk memperluas perspektif global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
“Program ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena kami tidak hanya mempelajari sistem pendidikan di luar negeri, tetapi juga membangun jejaring akademik internasional yang dapat dikembangkan menjadi kolaborasi riset, pertukaran akademik, maupun pengabdian masyarakat,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Ia menambahkan, internasionalisasi kampus tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui kemampuan dosen dan mahasiswa dalam membangun perspektif global serta kolaborasi lintas budaya.
“Internasionalisasi kampus harus melahirkan akademisi yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki kepekaan terhadap isu-isu global yang terus berkembang,” katanya.
Selain agenda akademik, program tersebut juga menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat internasional. Dr. Susilowati bersama Komunitas Dosen Multidisipliner Indonesia Goes To Malaysia melaksanakan pengabdian masyarakat di Sanggar Mulia dengan tema Developing Sustainable and Safe Living Environments for Indonesian Migrant Workers through Engineering and Environmental Innovation.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup pekerja migran Indonesia melalui pendekatan rekayasa dan inovasi lingkungan. Materi yang diberikan meliputi edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penggunaan produk ramah lingkungan, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pekerja migran Indonesia, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” tutur Dr. Susilowati.
Partisipasi akademisi UBL dalam program internasional ini diharapkan semakin memperkuat posisi kampus dalam jejaring pendidikan global sekaligus menghadirkan kontribusi nyata melalui kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat lintas negara.
- Penulis: Redaksi




