Dari Festival, Menyulam Nilai Tambah untuk Ekonomi Lampung
- account_circle Redaksi
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM — LAMPUNG Begawi x SigerFest 2026 resmi berakhir. Namun, semangat yang dibawa selama tiga hari penyelenggaraan di Lampung City Mall, 18–20 September 2026, diharapkan tidak berhenti bersama berakhirnya rangkaian acara.
Mengusung tema “Sai Bumi, Sejuta Nilai: Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung untuk Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif dan Berdaya Saing”, kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung itu menjadi ruang pertemuan pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat menutup kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan festival tersebut.
Menurut Gubernur, Lampung memiliki kekayaan komoditas dan potensi ekonomi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Lampung tidak kekurangan potensi. Tantangan kita adalah bagaimana semakin banyak nilai dari potensi itu tinggal di Lampung dan dinikmati oleh masyarakat Lampung,” ujarnya.
Kopi, hasil pertanian dan perkebunan, pangan, wastra, produk UMKM hingga ekonomi kreatif dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui proses hilirisasi. Dari produksi, pengolahan, penciptaan produk, pembangunan merek, hingga perluasan pasar, setiap tahapan diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru.
“Lampung tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil. Lampung harus menjadi daerah pencipta nilai tambah,” tegasnya.
Semangat tersebut juga berjalan beriringan dengan transformasi digital. Gubernur menilai digitalisasi, termasuk perluasan penggunaan QRIS dan sistem pembayaran digital, menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi serta membuka peluang ekonomi baru.
“Teknologi harus menjadi alat untuk mempermudah masyarakat, bukan untuk mempersulit masyarakat,” katanya.
Dari sisi pelaksanaan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyebut Lampung Begawi x SigerFest 2026 bukan sekadar festival atau pameran produk UMKM. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan berbagai unsur dalam satu ekosistem ekonomi.
Selama tiga hari, sekitar 28.000 orang tercatat mengunjungi festival. Nilai transaksi penjualan makanan, minuman, dan wastra mencapai sedikit di atas Rp500 juta, sementara transaksi wakaf di Lamban Kupi tercatat sebanyak 1.248 transaksi.
Penguatan UMKM juga terus dilakukan di luar rangkaian festival. Sejak awal 2026, pembiayaan UMKM tercatat sekitar Rp10 miliar melalui dukungan dan kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk OJK Provinsi Lampung dan lembaga keuangan.
Akses pasar pelaku UMKM Lampung juga mulai meluas. Nilai ekspor yang berasal dari UMKM sejak awal tahun tercatat sekitar Rp1,92 miliar. Produk kopi Lampung telah menjangkau Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan, sementara produk olahan makanan dan minuman telah menembus Taiwan, Malaysia, Mesir, Turki, dan Kanada.
Rangkaian festival turut menghadirkan berbagai kegiatan yang mempertemukan petani, pelaku usaha, barista, komunitas, hingga calon investor untuk memperkuat ekosistem komoditas unggulan Lampung. Bar Takeover di Lamban Kupi, misalnya, menjadi ruang memperkenalkan kopi Lampung melalui standar penyajian dan pengalaman kopi berkelas internasional.
Sementara Lamban Wastra menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lampung sekaligus menggali potensi ekonomi kreatif melalui workshop, talkshow, pameran, hingga fashion show.
Bimo menegaskan, berakhirnya festival bukan berarti berakhir pula kolaborasi yang telah dibangun. “Yang berakhir hari ini adalah rangkaian acaranya, bukan semangat kolaborasinya,” katanya.
Pesan itu menjadi penutup Lampung Begawi x SigerFest 2026: bahwa kekayaan Lampung bukan hanya untuk dipamerkan, tetapi perlu diolah, diberi nilai tambah, dan diperluas pasarnya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Closing Ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 ditutup dengan penampilan penyanyi Yura Yunita yang menghibur masyarakat dan para pengunjung yang hadir. (Rls)
- Penulis: Redaksi





