Di Tengah Teriknya Lampung, 350 Personel Gabungan Terus Berjibaku Padamkan Api di Way Kambas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak
PERISAILAMPUNG.COM – API yang terus menjalar di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi tantangan serius bagi upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Lampung. Sejak pertengahan September lalu, pemerintah daerah bersama berbagai unsur terkait terus berjibaku memadamkan api yang mengancam ekosistem kawasan konservasi tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan ratusan personel untuk memperkuat operasi pemadaman. Selain mengandalkan Satgas Darat, upaya penanganan juga dilakukan melalui pengerahan helikopter water bombing dan pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kepala BPBD Lampung Aswarodi mengatakan, sejumlah titik panas masih terpantau di wilayah Lampung, dengan TNWK menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan perhatian utama. Hal itu disampaikannya saat memantau pelaksanaan OMC di Posko OMC Bandara Raden Intan II, Sabtu (17/10/2026).
“Mulai dari tanggal 15 September hingga sekarang, pemerintah masih terus berupaya berjibaku memadamkan titik api utama yang berlokasi di TNWK,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat 73 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang dan 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Lampung. Di kawasan TNWK, terdeteksi 25 titik panas tingkat kepercayaan sedang, sementara titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi juga mendominasi temuan di wilayah tersebut.
Untuk memperkuat penanganan, sebanyak 350 personel Satgas Darat disiagakan. Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Kodam, Batalyon, Kodim, BPBD Lampung Timur, serta Masyarakat Peduli Api. Tim gabungan ini bekerja untuk menjangkau titik-titik kebakaran dan melakukan pemadaman secara langsung di lapangan.
Di sisi lain, Pemprov Lampung mengupayakan bantuan udara melalui permohonan Gubernur Lampung kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan tersebut berupa helikopter water bombing untuk menjatuhkan air ke lokasi kebakaran serta pesawat yang menjalankan OMC guna membantu meningkatkan potensi hujan.
Operasi modifikasi cuaca tersebut juga menjadi tindak lanjut atas atensi Presiden. Pemprov Lampung bekerja sama dengan Smart Aviation dalam pelaksanaan penyemaian awan yang telah dimulai sejak 10 Oktober lalu.
Sejauh ini, tim udara telah melaksanakan tiga sorti penerbangan di wilayah Lampung. Penyemaian bahan higroskopis, yakni HCL, pada 11 Oktober sempat menghasilkan hujan ringan. Namun, hujan tersebut turun di wilayah Metro dan Natar akibat pergerakan angin, sehingga belum memberikan dampak langsung terhadap kawasan kebakaran di Lampung Timur.
Upaya penyemaian awan masih menghadapi kendala alam. Sejak 14 Oktober, pertumbuhan awan konvektif di langit Lampung bagian timur dilaporkan sangat minim. Kondisi tersebut membuat Smart Aviation kesulitan melanjutkan operasi modifikasi cuaca karena awan yang berpotensi disemai belum terbentuk secara memadai.
Tantangan juga dihadapi helikopter water bombing saat berupaya memadamkan api di TNWK. Rapatnya tajuk dan tingginya vegetasi pohon membuat air yang dijatuhkan dari udara tidak sepenuhnya mencapai permukaan lahan. Sebagian air hanya berupa percikan kecil yang jatuh ke dasar kawasan, termasuk area gambut yang membutuhkan penanganan lebih intensif.
Karena itu, koordinasi antara armada udara dan 350 personel Satgas Darat menjadi kunci dalam upaya pemadaman. Operasi darat diperlukan untuk menjangkau titik api yang tidak dapat dipadamkan secara efektif dari udara, sekaligus memastikan api tidak kembali menyala.
Selain di TNWK, karhutla juga terpantau di sejumlah daerah lain, antara lain Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.
Salah satu kebakaran yang sempat menjadi perhatian masyarakat terjadi di dekat jalan tol, di perbatasan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang. Titik api tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu pagi melalui penanganan darat karena lokasi yang relatif mudah dijangkau.
Pemadaman dilakukan melalui koordinasi BPBD Tulang Bawang Barat, BPBD Tulang Bawang, BPBD Lampung Tengah, Damkar, Brimob, serta petugas pemadam internal PT HIM. Lahan yang terbakar di kawasan tersebut dipastikan merupakan kebun karet, bukan lahan gambut seperti di kawasan taman nasional.
Terkait penyebab kebakaran di perkebunan karet itu, pihak berwenang menduga adanya faktor kelalaian manusia, termasuk kemungkinan pembuangan puntung rokok sembarangan atau unsur kesengajaan. Dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan petugas.
BPBD Lampung bersama Smart Aviation akan terus memantau perkembangan cuaca dan menyiagakan armada OMC. Penyemaian awan akan kembali dilakukan apabila terbentuk awan konvektif yang memungkinkan operasi dilanjutkan, terutama di wilayah Lampung Timur.
Di tengah tantangan cuaca dan kondisi vegetasi, upaya pemadaman terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur. Penanganan karhutla diharapkan segera mengendalikan titik api, melindungi ekosistem TNWK, menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap kebakaran. (Rls)
- Penulis: Redaksi



